July 26, 2021
Piala Dunia U-20 Batal, Stadion Gelora Bung Tomo Terlanjur Bersolek

Piala Dunia U-20 Batal, Stadion Gelora Bung Tomo Terlanjur Bersolek

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Piala Dunia U-20 yang rencananya akan digelar dalam Indonesia pada tahun 2021 terpaksa ditunda oleh FIFA, lantaran masih tingginya angka Covid-19. Lantas dengan jalan apa dengan nasib Stadion Gelora Bung Tomo yang terlanjur direnovasi habis-habisan?.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Piala Dunia U-20 yang rencananya akan digelar di Indonesia pada tahun 2021 terpaksa ditunda oleh FIFA, kausa masih tingginya angka Covid-19. Lantas bagaimana dengan nasib Stadion Roh Bung Tomo yang terlanjur direnovasi besar-besaran?.

Sebagai gantinya gelaran bergengsi tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang. Meski diundur pelaksanaannya, Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan bahwa Pemkot Surabaya akan tetap melakukan persiapan buat menyambut gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023.

“Persiapan sudah, termasuk Stadion GBT (Gelora Bung Tomo). Status me- maintenance (rawat) stadion itu supaya tentu siap di tahun 2023, ” ujar Whisnu saat ditemui usai audiensi bersama Polrestabes Surabaya, Jumat (25/12/2020).

Pria yang akrab disapa WS itu menilai, penundaan Piala Dunia U-21 di tahun 2023 justru mendatang keuntungkan untuk Kota Satria. Sebab, dalam jangka waktu tersebut pemkot dapat melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Malah kita punya waktu dua tahun buat memperbaiki masalah transportasi dan sebagainya, malah lebih bagus lagi, ” terangnya.

Di tempat terpisah, Kabid Gedung dan Gedung Dinas Perumahan Anak buah dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Iman Krestian mengatakan proses peremajaan stadion dan pembangunan lapangan pembantu masih terus berjalan.

“Kalau proses pendirian masih sesuai rencana semula, bulan Februari FIFA mau cek kedudukan. Jadi masih proses, kita kebut semua sesuai kontrak yang sudah berjalan, ” kata Iman.

Bahkan, Iman mengungkapkan jika Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan agar masing-masing tanah air segera menyiapkan hal itu pra adanya penundaan FIFA ini.

“Jadi kita kebut semuanya sesuai instruksi Kepala, ” ucapnya.

Terkait penundaan, Iman mengiakan tidak mempermasalahkannya. Sebab menurutnya, selain diperuntukan untuk gelaran Piala Dunia U-20, stadion GBT juga dimanfaatkan untuk keperluan warga Surabaya.

“Kalau penundaan tidak ada masalah. Sebenarnya tanpa tidak dipakai untuk Piala Negeri, bisa dipakai buat warga, perhimpunan olahraga, jadi masih tetap kita buka. Memang tujuannya buat awak, bukan untuk Piala Dunia selalu, ” jelas Iman.

Di sisi lain, Iman juga menyatakan, pihaknya telah menyiapkan pemeliharaan lapangan selama tidak digunakan untuk Piala Dunia U-20.

“Pemeliharaan sudah kita siapkan. Jadi tanpa ada Piala Dunia pun pemeliharaan harus tetap dijalankan, ” ungkap Iman.

Iman menambahkan, bahwa proses renovasi Stadion Gelora Bung Tomo pada tiga bulan ke depan masih masuk dalam masa pemeliharaan kontraktor konstruksi pembangunan meski Piala Dunia U-20 ditunda. (*)