April 21, 2021
IGA 2020, Pemkab Sidoarjo Terima Penghargaan 'Kabupaten Sangat Inovatif' dari Mendagri RI

IGA 2020, Pemkab Sidoarjo Terima Penghargaan ‘Kabupaten Sangat Inovatif’ dari Mendagri RI

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Departemen Dalam Negeri RI (Kemendagri RI) memberi penghargaan Innovative Government Award 2020 (IGA 2020) kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo (Pemkab Sidoarjo). Kali ini, Kemendagri MENODAI menobatkan Sidoarjo sebagai salah utama kabupaten kategori sangat inovatif dengan nilai skor indeks diatas 1000. Setelah sebelumnya, Sidoarjo absen tak lolos di ajang IGA 2019.

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri RI) memberi  penghargaan Innovative Government Award 2020   (IGA 2020) kepada pemerintah kabupaten  Sidoarjo (Pemkab Sidoarjo).

Kali ini, Kemendagri RI menjadikan Sidoarjo sebagai salah satu kabupaten kategori sangat inovatif dengan ukuran skor indeks diatas 1000. Sesudah sebelumnya, Sidoarjo absen tidak lulus di ajang IGA 2019.

Menteri Pada Negeri RI, Tito Karnavian yang diwakili Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian (BPP) Kemendagri, Agus Fatoni menyerahkan langsung penghargaan kepada PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono di Hotel Sultan, Jum, at (18/12/2020) Jakarta Selatan.

Diraihnya penghargaan tersebut karena Sidoarjo dinilai termasuk salah satu kabupaten dengan jumlah inovasi terbanyak & dianggap memberikan solusi dan terobosan dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan berhasil mewujudkan good governance, dan penyelenggaraan urusan dengan menjadi kewenangan daerah berdasarkan indeks penilaian daerah tahun 2020.

Agus Fatoni mengatakan kompetisi inovasi merupakan cikal bakal dari upaya menuju gaya saing meningkatkan daerah yang kemudian menjadi daya saing meningkatkan pada tingkat nasional.

“Lebih cepat, lebih murah, lebih mudah, dan lebih tertib merupakan motto pelayanan kepada umum. Memangkas prosedur pelayanan menjadi dorong ukur dalam pelayanan pemerintah wilayah, ”  katanya.

Kegiatan ini merupakan patokan bagi pemerintah daerah dengan mengukur dan mengevaluasi inovasi pemerintah kawasan. Sesuai dengan tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Good governance melalui peraturan bupati Sidoarjo yang mewajibkan satu OPD sedikitnya membuat satu inovasi. Dari kebijakan tersebut OPD di Sidoarjo berlomba-lomba membuat inovasi.

Ada ratusan inovasi dengan sudah dibuat OPD dan setelah diseleksi oleh Bappeda Sidoarjo sebagai leading sektor kompetisi IGA 2020 akhirnya jumlah inovasi yang implementasinya cukup dan dikirim ke Kemendagri sebanyak 77 inovasi.

Inovasi di tempat kesehatan, RSUD Sidoarjo membuat inovasi Alamak (anak lahir membawa keterangan kelahiran). Alamak oleh Kemendagri MENODAI dinilai sebagai inovasi yang meremehkan para orang tua.   Dimana anak yang baru lahir bisa langsung mendapatkan surat akte kemunculan sebelum keluar rumah sakit.

Kemudian ada inovasi Calisline atau baca tulis online. Inovasi di bidang pelajaran ini mampu merubah kebiasaan bujang menggunakan gadget atau hp androidnya untuk menulis dan diunggah secara online. Inovasi yang dikembangkan SMPN 4 Sidoarjo dinilai telah berhasil membuat siswanya produktif menulis serta membaca secara online melalui website Calisline.

Dengan didampingi kepala Bappeda Heri Soesanto dan PLT Kepala biro Kominfo, Soelistianto, Pj Bupati Hudiyono memberikan apresiasi kepada jajaran OPD Sidoarjo atas kerjasama tim yang kompak membuat inovasi daerah yang akhirnya oleh Kemendagri RI dinilai positif bagi peningkatan pelayanan umum Sidoarjo.

“Capaian kinerja teman-teman OPD di dalam membuat terobosan inovasi akhirnya mencetuskan hasil yang menggembirakan. Sidoarjo dipilih sebagai kabupaten paling inovatif. Penghargaan ini memacu kami untuk tetap berinovasi, ”  katanya.

Tujuan memperbanyak inovasi, satu OPD minimal satu pembaruan, tambah Hudiyono, “agar pemerintah mengerapkan diri kepada masyarakat, agar penyajian pemerintah lebih mudah diakses serta pelayanan pemkab Sidoarjo yang jemput bola turun ke masyarakat tepat juga ada, seperti layanan perekaman e-KTP bagi warga disabilitas dan lanjut usia”.

Pelayanan jemput bola perekaman e-KTP dilakukan dinas kependudukan & catatan sipil kabupaten Sidoarjo. Mencuaikan inovasi Dilan (disabilitas dan tinggi usia), Dispendukcapil turun mendatangi sendi para disabilitas dan berida buat melakukan perekaman e-KTP di vila warga.

Layanan kependudukan tingkat kecamatan dan desa/kelurahan juga mudah diakses melalui website dan android. Pemkab Sidoarjo sudah membuat aplikasi Sipraja. Penerapan Sipraja bisa didownload melalui aplikasi playstore android.

“Dengan inovasi Sipraja menyelenggarakan surat-surat di desa sampai kecamatan sudah bisa diakses lewat online”, ujar Hudiyono.

Pada sektor perizinan, jawatan penanaman modal terpadu satu kemungkinan (DPMPTSP) kabupaten Sidoarjo sudah menyusun layanan terintegrasi lintas OPD melalaikan aplikasi Sippadu. Seperti layanan mengurus surat izin dari dinas kesehatan tubuh dan lingkungan hidup bisa diakses satu pintu dari DPMPTSP.

Layanan mengatur izin lintas OPD masyarakat bisa mengakses website DPMPTSP. Untuk membayangi dan mengetahui proses surat ijin bisa mengakses aplikasi IMS (Intelegence Monitoring System). Masyarakat juga mampu melakukan cetak mandiri, DPMPTSP telah menyiapkan program aplikasi Sitari (surat izin cetak mandiri). Dengan Sitari pemohon bisa mencetak sendiri tulisan izin dari rumah.

Dengan sejumlah pembaruan tersebut, Kemendagri RI  menilai Pemkab Sidoarjo laya untuj menerima penghargaan Innovative Government Award 2020   (IGA 2020).   (*)