April 21, 2021
Ridwan Kamil Deklarasikan 12 Desember sebagai Hari Pencak Silat Jabar

Ridwan Kamil Deklarasikan 12 Desember sebagai Hari Pencak Silat Jabar

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendeklarasikan Hari Pencak Silat Jabar melorot pada 12 Desember. Gubernur Jabar pun akan mengusulkan kepada negeri pusat agar menetapkan 12 Desember sebagai Hari Pencak Silat Nasional.

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendeklarasikan Hari Pencak Silat Jabar jatuh pada 12 Desember. Gubernur Jabar pun mau mengusulkan kepada pemerintah pusat biar menetapkan 12 Desember sebagai Keadaan Pencak Silat Nasional.  

“Tanggal 12 Desember ini kami mendeklarasikan sebagai Hari Pencak Silat di Menjelajahkan, mudah-mudahan bisa diterima oleh negeri pusat, karena kami akan mengusulkan untuk dijadikan Hari Pencak Silat Nasional, ” kata gubernur dalam acara Pagelaran dan Sarasehan Hari Pencak Silat di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (12/12/20).  

Tradisi Pencak Silat ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Kekayaan pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlaku di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019. Pada sidang tersebut, terdapat 42 nominasi untuk diinskripsi jadi Warisan Budaya Tak Benda, termasuk tradisi Pencak Silat dari Indonesia.

Ridwan Kamil mengatakan, pencak silat tidak hanya digunakan untuk bela muncul, tetapi juga pendidikan mental & spiritualitas. Oleh karena itu, pendekar harus memiliki mentalitas dan spiritualitas yang kuat.  

“Alhamdulillah perjuangan bertahun-tahun itu menemukan puncak keberhasilannya secara diterima sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tahun 2019. Selanjutnya kami tidak berhenti sampai dalam situ, kita tengah menyiapkan agar pelestarian budaya pencak silat tersebut menjadi nilai di Jabar yang tetap lestari, ” ucapnya.  

Menurut Ridwan, pencak silat merupakan suatu warisan budaya yang harus tetap dilestarikan keberadaannya, seperti halnya Angklung yang bisa mendunia. Pencak pencak dapat menjadi etalase wajah kebudayaan dan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jabar.

“Oleh karena itu, kita akan siapkan pencak silat ke dalam pembelajaran muatan lokal, insyaallah yang akan didukung oleh DPRD, serta dinas terkait juga di tahun depan saat memasuki tarikh ajaran baru kita mulai tahap satu proses hadirnya kurikulum ekstrakulikuler pencak silat secara wajib pada tahun pertama untuk SD, SMP, SMK di Jabar, ” membentangkan Kang Emil.  

Selain menyentuh kalangan pelajar dari sekolah dasar tenggat menengah atas, pencak silat juga akan menjadi primadona warisan budaya yang istimewa di Jabar dengan disiapkannya kampung kebudayaan di   Jatinangor, Kabupaten Sumedang.  

“Kita tengah menyiapkan kampung kebudayaan Jabar dalam Jatinangor dengan luas lahan sekitar 8-10 hektare di mana primadonanya salah satunya adalah pencak silat yang akan mendapatkan tempat dengan istimewa di sana, ” ungkapnya.  

“Lalu kita akan melakukan pengumpulan secara internasional agar seperti angklung yang sangat disukai oleh masyarakat dunia juga setara dengan barang apa yang akan kita ikhtiarkan sekarang yaitu pencak silat sebagai kecakapan kebudayaan di Indonesia khususnya Mencuraikan, ” imbuhnya.  

Kang Emil kendati mengapresiasi seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam memperjuangkan peninggalan budaya leluhur ini untuk dijadikan sebagai salah satu diplomasi kultur di Jabar. Apalagi dengan sokongan dari UNESCO yang menjadikan terlak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda, secara tidak langsung membakar semua pihak untuk semangat melestarikannya.  

“Saya kira itulah tugas kita semua untuk menyiapkan cetak biru, menyiapkan keberpihakan secara nyata jadi pencak silat bisa lahir kembali menjadi budaya utama di Menerangkan, ” kata Ridwan Kamil. (*)