January 22, 2021
Kejadian Meningkat, Pemerikasaan Tes Covid-19 di RSUD Bondowoso Antre

Kejadian Meningkat, Pemerikasaan Tes Covid-19 di RSUD Bondowoso Antre

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Kasus positif di Kabupaten Bondowoso terus meningkat dalam kurang pekan terakhir. Bahkan terjadi antrean pemeriksaan tes Covid-19 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bondowoso atau RSUD Dr Koesnadi.

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Kasus positif di Kabupaten Bondowoso terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan terjadi antrean pemeriksaan tes Covid-19 di Instalasi Panas Darurat (IGD) RSUD Bondowoso atau RSUD Dr Koesnadi.

Karena kondisi itu, untuk sementara waktu RSDK tak bisa menerima pasien. Namun tetap melayani pasien tertentu, yaitu pasien PONEK dan pasien dengan kegawatan berat pada pernapasan ( Airway, Breathing dan Circulation ).

Plt Direktur RSUD Dr Koesnadi, Yus Priyatna mengatakan, penyebab penumpukan pasien suspek Covid-19 di IGD dikarenakan keterbatasan alat.

“Saat ini ada beberapa pasien yang sedang melakukan pemeriksaan swab dan menunggu hasilnya di ruang IGD, ” katanya.

Kendaraan yang ada di RSDK sungguh-sungguh sering dipakai hingga panas. Akibatnya hasil pemeriksaan tes swab terbilang cukup lama diketahui.

Pemeriksaan test Covid-19 di RSUD Dr Koesnadi masa ini menggunakan metode TCM. Hasil diagnostik Covid-19 bisa diketahui sekitar 2 jam.

“Kendati cepat, pasien suspek Covid-19 yang datang ke RSUD Dr Koesnadi juga banyak, bohlam harinya ada 10 orang. Sementara alat cepat panas, akhirnya berdampak pada penumpukan pasien di IGD, ” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Mohammad Imron mengatakan, antrean pasien tersebut terjadi karena reagen PCR telah habis.

“Alat PCR dalam RSUD Dr Koesnadi belum mampu dioperasionalkan kembali. Reagen PCR sudah habis sejak 3 bulan morat-marit, ” katanya.

Pihaknya mengaku telah menyampaikan surat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BNPB terkait kekosongan reagen PCR di Bondowoso.  

Maka buat sementara kata dia, pemeriksaan test Covid-19 di RSUD Dr Koesnadi menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).  

“Kendati cepat mendiagnostik Covid-19, alat tersebut punya keterbatasan cuma bisa memeriksa 12 sample swab dalam sehari. Sementara untuk menanggung pemeriksaan, alat TCM yang sudah ada di Puskesmas Maesan digeser ke RSUD Bondowoso, ” paparnya. (*)