October 26, 2021
Mencuaikan Gerbang Dusun, Gus Yani Jamin Tak Ada Lagi Jenazah Dihanyutkan di Gresik

Mencuaikan Gerbang Dusun, Gus Yani Jamin Tak Ada Lagi Jenazah Dihanyutkan di Gresik

TIMESINDONESIA, GRESIK – Calon bupati nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) merasa murung ada jenazah yang dihanyutkan ke sungai di Dusun Gorekanlor, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Melalui kalender gerbang dusun, ia menjamin kejadian tersebut tak akan terulang sedang.

TIMESINDONESIA, GRESIK – Calon bupati nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) ngerasa prihatin ada jenazah yang dihanyutkan ke sungai di Dusun Gorekanlor, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Mencuaikan program gerbang dusun, ia menjamin kejadian tersebut tak akan terulang lagi.

Menurut Yani ia sangat menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya bertahun-tahun tak serius menyelesaikan permintaan warga Gorekan Lor untuk pembuatan jembatan dan penanganan banjir Kali Lamong.

“Pemerintah selama ini kurang serius dalam menangani masalah banjir Kali Lamong, sehingga warga sekitar Kali Lamong setiap tahunnya bisa 3 datang 4 kali kebanjiran, ” katanya, Jumat (4/12/2020).

Oleh sebab itu, dirinya dan Aminatun Habibah atau Bu Min telah menyiapkan program untuk pemerataan pembangunan terutama di tingkat dusun. Melalui program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Mapan).  

Bagian akronim NIAT inu menyiapkan Gresik Bangun Dusun, program bantuan keuangan khusus Rp  100 juta untuk pembangunan infrastruktur dusun.

“Dengan program itu nantinya warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean bisa memiliki jembatan penyebrangan. Sehingga tak ada lagi jenazah yang dihanyutkan Kali Lamong untuk. Ini sangat rawan kalau arusnya deras bahkan menimbulkan korban baru, ” jelasnya.  

Menurut Gus Yani sapaan akrabnya, kasus pemakaman jenazah warga dengan harus dihanyutkan ke anak Kala Lamong adalah potret lemahnya pemerintah dalam menangani banjir tahunan pada setiap musim hujan tiba.

“Banjir luapan Kali Lamong yang telah terjadi berpuluh-puluh tahun sampai sekarang belum tersedia penanganan konkrit. Akibatnya, setiap Kala Lamong meluap kerugian yang diderita warga sangat besar mulai pertanian gagal panen, rumah, korban mengambil, dan harta benda, termasuk kemudahan pemerintah, ” bebernya.

Padahal, tambah Gus Yani kalau seandainya pemerintah mengerjakan dengan serius masalah banjir Kali Lamong, maka 10 sudah bisa teratasi. “Lima tahun pertama buat pembebasan lahan dan lima tarikh kedua untuk normalisasi, ” ujarnya.

Sebagai informasi, dari video yang beredar, sejumlah warga mengantarkan jenazah Emak Kasti warga RT 6 RW 12 di anak Kali Lamong untuk pemakaman di makam kawasan yang letaknya di seberang kali.

Kalau hujan lebat dan air terangkat, memang air sungai tersebut hendak pasang. Tidak adanya jembatan penengah antardusun membuat warga terpaksa me jenazah untuk dimakamkan di dusun sebelah.

Sebelumnya, pada tahun 2019 pula terjadi kasus serupa. Jenazah Mbah Sayu, warga setempat juga terpaksa dihanyutkan warga dengan ban bekas untuk pemakaman. Di sana, warga sangat membutuhkan jembatan untuk kanal antardusun.

Maka dari itu, melalui gerbang dusun yang diinisiasi Cabup Gus Yani, ke depan dusun di Kabupaten Gresik mendapatkan anggaran Rp 100 juta per tahun sehingga bisa membangun mulai dari kebutuhan masyarakat hingga tataran paling lembah. Dan, kejadian jenazah dihanyutkan tak akan terulang lagi. (*)