July 27, 2021
Menko Luhut Ajak Negara Pulau dan Kepulauan Bersatu Ciptakan Inovasi

Menko Luhut Ajak Negara Pulau dan Kepulauan Bersatu Ciptakan Inovasi

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengajak klub di negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelagic and Island State (AIS) Forum untuk bersatu dan berkolaborasi menghasilkan permutasi di tengah pandemi Covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat dalam negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelagic and Island State (AIS) Forum untuk menyatu dan berkolaborasi menghasilkan inovasi pada tengah pandemi Covid-19.

Ajakan Luhut itu disampaikannya saat memimpin Pertemuan ke-3 Tingkat Menteri (The 3rd Ministerial Meeting) yang digelar Kemenko Marves dan United Nations Development Kalender (UNDP), Rabu (25/11/2020) di Jakarta.

Luhut mengatakan, pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh dunia telah mengubah berbagai tatanan masyarakat. Untuk tersebut, seluruh negara pulau dan kepulauan harus menjunjung tinggi solidaritas buat menyelesaikan permasalahan ini bersama.

Fokus pertemuan para menteri kali ini ialah berusaha menggali berbagai potensi lantaran sektor kemaritiman. Ddan diharapkan ada inovasi yang dapat dikembangkan buat memaksimalkan strategi ekonomi biru demi pulihnya ekonomi masyarakat dunia.  

“Pandemi tidak dapat mematahkan semangat kita untuk terus berkolaborasi dan membuka berbagai tantangan yang ada, para-para masyarakat negara pulau dan kepulauan merupakan rakyat yang tangguh. Mengalir di darah kita semangat perubahan, adaptasi, daya guna, dan mengarah kepada hasil, ” tambah Luhut, dikutip dari laman resmi Kemenko Marves, Kamis (26/11/2020).

Dalam sambutannya, Menko Luhut menekankan bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun krusial untuk seluruh negara partisipan untuk menguatkan kolaborasi dan menyambut Konferensi Level Kepala Negara yang pertama.  

Mengusung tema Fostering Solidarity Between Archipelagic and Island States: Towards a Sustainable Ocean Future,   pertemuan tersebut dihadiri oleh 5 menteri lantaran negara partisipan, 24 perwakilan negara partisipan dan 6 organisasi global.

Di dalam penyelenggaraan pertemuan yang dipimpin Menko Luhut tersebut, selain untuk melestarikan momentum kolaborasi bersama antar negeri, juga bertujuan mempersiapkan Konferensi Prima Tingkat Kepala Negara. Diharapkan selalu seluruh inovasi, kolaborasi, serta spirit yang tinggi dari seluruh negeri pulau dan kepulauan dapat terus terjaga dengan maksimal. Berbagai rintangan yang tengah melanda dunia kini dapat dilihat dari sisi yang memberikan harapan.   (*)