November 30, 2020
Dukung Pesantren Tangguh, Pengmas FK Unusa Digelar Serentak di Lima Ponpes

Dukung Pesantren Tangguh, Pengmas FK Unusa Digelar Serentak di Lima Ponpes

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pengabdian Klub Semesta dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Pengmasta FK Unusa) mendukung inisiasi terbentuknya Pondok Tangguh Covid-19 di lima pondok pesantren di Jawa Timur.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pengorbanan Masyarakat Semesta dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Pengmasta FK Unusa) mendukung inisiasi terbentuknya Pesantren Tangguh Covid-19 di lima pondok pesantren di Jawa Timur.

Lima pondok pesantren ini antara asing Pondok pesantren Zainul Khasan (Genggong, Probolinggo), Pondok Pesantren  Al Hikam (Burneh, Bangkalan), Pondok Pesantren Sunan Drajat (Paciran, Lamongan), Pondok Pesantren Wachid Hasyim (Bangil, Pasuruan), serta Pondok Pesantren Ammanatul Ummah (Surabaya dan  Pacet, Mojokerto).

Ketua Unit Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) FK Unusa, dr. Hafid Algristian, Sp. KJ., M. H., menjelaskan agenda ini dilakukan untuk mendukung penobatan pesantren yang siap dan waspada di masa pandemi Covid-19.

“Kita menyadari pandemi tak begitu saja sudah, bahkan kasus baru mencapai 4-5 ribu per hari. Di satu sisi, pesantren dan mungkin lembaga pendidikan lainnya, ada beberapa arah pembelajaran yang tidak dapat dilakukan daring. Jadi kita perlu bersama-sama waspada, ” ujar pria kelahiran Gresik, 1986 ini, Senin (16/11/2020).

Kesibukan Pengmasta FK UNUSA ini berniat untuk memfasilitasi alih potensi, jadi pesantren dapat saling belajar & saling bertukar potensi. “Salah kepala yang kami tambahkan adalah wawasan tentang ‘ after pandemic effect ‘, termasuk bagaimana tetap sehat dan bahagia dalam pandemi yang seperti tak ada ujungnya ini, ” ungkap Hafid.

Pondok adalah tempat yang paling tenang, sekaligus paling rawan. “Ada kaum pesantren yang tidak memulangkan santrinya sampai detik ini, lho. Sesuai Ponpes Wachid Hasyim, Bangil. Ini ‘kan aman banget, ya. Semacam isolasi, begitu, ” ungkap tabib yang mendalami spesialisasi kejiwaan ini.

Tersedia juga yang di awal pandemi memutuskan memulangkan santrinya dengan adat yang ketat. “Misalnya Ponpes Sunan Drajad. Mereka mewajibkan santrinya rapid test dan isolasi mandiri dua minggu sebelum kepulangan. Bahkan total bis yang digerakkan untuk mengantar santri sampai ke kampung halaman mencapai 250an armada. Ini ‘kan ndak main-main komitmennya, ” Hafid menjelaskan.

Skrining ketat juga dilakukan kepada pengurus pesantren tanpa terkecuali, sesuai yang dilakukan Ponpes Ammanatul Ummah. Mereka bahkan membiayai rapid test rutin untuk pengurusnya.

“Tim kesehatan ponpes betul-betul memperhatikan protokol kesehatan buat para pengurus, karena mereka memiliki mobilitas tinggi, ya. Ini kebijakan yang tegas dan tidak pandang bulu, ” Hafid mengapresiasi.

Pembatasan kunjungan juga dilakukan. Keluarga tidak bisa bertemu santri, hanya boleh menyembunyikan makanan atau pakaian untuk santri di gerbang khusus yang sudah menjadi pos-pos skrining COVID-19.

“Pengurus Ponpes Zainul Khasan telah menyediakan rekening khusus agar orang tua bisa mengirimkan uang saku kepada anak-anaknya, ” jelas Hafid.

Protokol kesehatan pondok pesantren yang teramat ketat tersebut sempat memicu tindakan arogansi daripada para wali santri yang tidak setuju. “Apa itu corona, ngga ada wujudnya, ” ungkap Hafid menirukan. Tapi hebatnya para pengurus ponpes itu, misalnya Al-Hikam Bangkalan, Madura, sangat-sangat dingin dalam menghadapi wali santri semacam ini.

“Mereka simpulan wali santri itu hanya sama-sama capek ya, ditambah banyak bahan yang keliru. Makanya pihak ponpes selalu menyediakan waktu untuk mengedukasi, ” imbuh Hafid.

Beberapa kegiatan Pengmasta FK Unusa di antaranya adalah webinar bagi Kader Santri Husada, penggolongan bibit tanaman herbal, focused group discussion dengan para pengurus Ponpes, pembuatan video edukasi, termasuk pedoman membuat masker dan handsanitizer dengan mandiri. “Tapi untuk kalangan sendiri, ya, bukan untuk dijual, haha, ” ungkap Hafid.

Semua semua agenda hari ini akan diramu di dalam satu buku tentang menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi. “Nantinya wacana tersebut akan kami sosialisasikan kepada lembaga dan dinas terkait, sebagai masukan untuk menyusun inisiatif ketahanan lembaga pendidikan di masa pandemi, ” ungkap Hafid. (*)