November 23, 2020
Menghargai Masa Depan Profesi Public Relations

Menghargai Masa Depan Profesi Public Relations

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kata Public Relations (PR) biasanya identik dengan seorang wanita cantik atau pria bagus dengan dandanan yang stylish mengikuti ramah. Mereka selalu hadir di event-event besar perusahaan yang diwakilinya seperti launching product atau exhibitions, mengadakan media visit, menyelenggarakan press conference, membuat kliping media massa dan membuat release tentang informasi baik perusahaan untuk dikirim…

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kata Public Relations (PR) biasanya identik dengan seorang wanita cantik atau pria rupawan dengan dandanan yang stylish dan ramah. Mereka selalu hadir di event-event besar perusahaan yang diwakilinya seperti launching product atau exhibitions , mengadakan media visit, menyelenggarakan press conference , membuat kliping media pengikut dan membuat release tentang kabar baik perusahaan untuk dikirim ke berbagai media massa, dengan tumpuan reputasi perusahaan akan semakin meningkat.

Namun ketika kita memasuki era revolusi industri 4. 0 apakah aktifitas Public Relations seperti paparan di atas masih relevan, atau malah profesi ini akan segera berakhir karena peran dan tugas PR digantikan dengan teknologi-teknologi baru?

Seperti kita ketahui revolusi industri 4. 0 adalah era yang ditandai dengan munculnya beragam teknologi canggih kaya kecerdasan buatan ( artificial intelligence ), robotika pelik dan internet of things (IoF) rancangan dimana konektifitas internet dapat berganti informasi satu dengan benda-benda lain yang ada disekelilingnya dan big data. Revolusi industry 4. 0 terutama perkembangan teknologi digital dasar menimbulkan banyak disrupsi. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana para professional public relations merespon perkembangan disruptif ini.

Sebagian memandang situasi ini sebagai sebuah kerawanan ( treat ) sehingga memunculkan sikap pesimis tentang masa depan dunia Public Relations tetapi ada juga yang memandang jadi sebuah peluang ( opportunity ) sehingga menumbuhkan tingkah laku optimis tentang masa depan profesi Public Relations .

Menghargai masa depan profesi Public Relations dengan sikap optimis tentu membawa berbagai konsekuensi terutama terkait kompetensi yang dibutuhkan profesi PR. Masa revolusi industri 4. 0 satu dengan perkembangan Public Relations. Bermula dari  PR 1. 0 sampai dengan PR 4. 0 membuktikan perkembangan fungsi dan tugas Public Relations sesuai masanya.

Pertama adalah PR 1. 0 (era 1960-1970-an), pekerja PR menjalankan tugasnya tradisional bagaikan monitoring media secara manual setiap hari, sumber informasi utama adalah media massa seperti koran, majalah, hingga televisi. Bentuk komunikasi utama arah dari satu sumber terhadap banyak target audiens atau one to many. Aktifitas PR satu. 0 sebagai broadcaster. Media online menandai kelahiran PR 2. 0. Era ini menggambarkan komunikasi yang horizontal, saling berhubungan, komunikasi lantaran banyak sumber ke banyak audiens (many to many) sehingga posisi PR sebagai connector.

Ciri era tersebut adalah munculnya berbagai media online, serta transformasi media cetak beralih pada platform digital. Ketiga PR 3. 0 ditandai dengan penguasaan media sosial, media sosial menjelma media paling disukai dan beberapa besar dipercaya oleh publik. Di era ini muncul aktivitas semacam jurnalisme warga ( citizen journalism ), jurnalisme kongsi ( corporate journalism ) ataupun jurnalisme karyawan ( employee journalism ). Sebuah perubahan signifikan telah berlaku.

Masa ini, tidak hanya wartawan yang bisa membuat berita melainkan siapa pun bisa mengunggah berita. Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, hingga blog menjadi digital platform.

Keempat, PR 4. 0 adalah era di mana kecerdasan sintetis atau artificial intelligence (AI) & era big data hadir. Buah dari fenomena ini belum sejenis terasa,   namun sangat jadi keberadaan robot canggih dapat mewakili banyak tugas Public Relations.

Apakah artinya profesi Public Relations akan tergantikan dengan teknologi-teknologi baru di pada? Jawabannya adalah tidak. Memang tak dapat dipungkiri ada beberapa order PR yang akan tergantikan teknologi big data dan artificial intelligence serupa kliping berita, social listening dan jalan monitoring, media relationship & stakeholder relationship serta penyebaran rilis (Arief, Nurlela: 2019).

Satu hal yang menetapkan diingat bahwa faktor manusia di dalam aktifitas Public Relations tidak hendak tergantikan dengan teknologi-teknologi baru. Maka masa depan profesi Public Relations akan terus berkembang jika seorang PR melakukan transformasi diri dengan mengembangkan kompetensi baru yakni mengkombinasikan kerja sama antara faktor pribadi dan mesin.

Faktor manusia diantaranya merupakan kemampuan beradaptasi yang tinggi jadi PR selalu bisa merespon dengan tepat berbagai situasi yang ada termasuk di dalamnya adalah penyerobotan berbagai macam teknologi baru. Kejadian lain yang tidak kalah istimewa adalah  memiliki pola pikir hangat yang berbeda dengan sebelumnya. Misalnya saat ini seorang PR tak hanya cukup mengirimkan rilis ke berbagai media dan yakin bahwa reputasi atau berita baik tentang perusahaan akan tersebar luas.

Mengapa serupa itu? Karena saat ini tersedia penuh media online sehingga semua orang bisa menjadi jurnalis (citizen journalism), tantangannya adalah PR harus memiliki kemampuan sebagai content creator di berbagai platform media.

Beberapa kompetensi baru yang dibutuhkan Public Relations seperti dikemukakan Nurlaela Arief diantaranya: Analisis Petunjuk dengan berbagai metode, Pengelolaan Jalan Sosial, pemahaman dan pengelolaan Influencer serta Content Creator. Content Creator merupakan kompetensi untuk membuat konten baik berupa tulisan, gambar, video, voice atau gabungan dari keduanya atau semua konten. Kompetensi tersebut mendorong untuk mampu memanfaatkan bermacam-macam platform media dengan konten dengan diperkirakan disukai dan diminati sebab audiens. Kompetensi baru tersebut tetap akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Maka seorang Public Relations harus  langsung melakukan inovasi dan bertransformasi jadi dapat menjalankan fungsi dan perintah sesuai dengan zamannya. (*)

*) Oleh: Ch Kurnia Dyah Marhaeni S Sos MM ialah Wakil Ketua Pemasaran dan Humas ASMI Santa Maria Yogyakarta.  

*) Karya Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi  timesindonesia. co. id

*)   Model TIMES atau  rubrik opini di TIMES Indonesia  terbuka untuk ijmal. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 sekapur. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*)   Naskah dikirim ke alamat e-mail:   opini@timesindonesia. co. id

*)  Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.