October 24, 2020
Pengetaman Perdana Budidaya Lele KSM Usaha Mulia Sleman Diramaikan Bazar

Pengetaman Perdana Budidaya Lele KSM Usaha Mulia Sleman Diramaikan Bazar

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Panen perdana budidaya lele dalam buis beton oleh Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM Usaha Fadil di Dusun Kandangsari RW 11, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman diramaikan ekspo murah.

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Panen perdana budidaya lele dalam buis semen oleh Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM Usaha Mulia di Desa Kandangsari RW 11, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman diramaikan bazar murah.

Selain pemimpin dan anggota kelompok KSM Cara Mulia, rangkaian kegiatan panen pertama ini juga melibatkan peran serta komunitas pemuda-pemudi Kandangsari.

Perwakilan Departemen Perikanan UGM, Dr Eko Setyobudi, S. Pi mengatakan semula Departemen Perikanan UGM ini didirikan tahun 1963/1964 dengan nama Bagian Perikanan jadi salah satu bagian dari Fakultas Pertanian UGM.

Dengan berjalannya waktu, nama Bagian Perikanan berubah menjadi Departemen Perikanan. Di tahun 1983 berubah menjadi Haluan Perikanan. Sesuai dengan ketentuan susunan organisasi dan tata kelola pada lingkungan Universitas Gadjah Mada, berangkat tahun 2016, Jurusan Perikanan bertukar lagi menjadi Departemen Perikanan.

Departemen Perikanan UGM terbagi dalam tiga periode yakni Aquakultur, Manajemen Sumber Daya Perikanan serta Tehnologi Hasil Perikanan.

Zona, untuk program pemberdayaan masyarakat idealnya sampai 3 tahun. Mengingat barang apa gunanya bisa produksi tapi tak bisa memasarkannya. Sehingga, berbagai buah masyarakat terkait usaha ini bisa terus didampingi dan dikembangkan. Semenjak dari proses pemeliharaan hingga pengerjaan hasil panen.

“Ikan lele bisa dibuat, makanan olahan berbahan ikan lele seperti yang dilakukan saat tersebut. Mulai cilok, empek dan sebagainya dalam kemasan berlabel. Terjamin higienes nya, sehingga dapat dijadikan model. Angan angan saya kedepan mampu dipasarkan oleh para penjual dalam sekolah – sekolah. Bisa pula di pasarkan di jalan Kaliurang yang saat ini dikenal penuh, ” kata Eko Setyobudi.

Kabid Perikanan dan Budidaya, Dinas Kelautan serta Perikanan DIY, Suwarto SPi MM  mengapresiasi keberadaan dan kegiatan KSM Usaha Mulia. Terlebih, meski pertama terbentuk pada bulan Juli kemarin. Saat ini sudah bisa menikmati panen perdananya. Bahkan kegiatan yang dilakukan juga cukup banyak. “Ini bisa menjadi contoh, daerah lain, ” harapnya.

Suwarto menambahkan dari Biro Kelautan dan Perikanan DIY dengan berbagai program yang ada. Pihaknya akan masuk bersama Pemerintah Kabupaten Sleman. Pihaknya akan melakukan pendampingan kalau diperlukan. Serta akan menyediakan sesuai kebutuhan dan tentunya kekuatan yang ada. Menyangkut anggran dan program-program yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Selain dilakukan panen lele secara simbolis oleh perwakilan dari para pendamping, unsur pemerintah serta tokoh masyarakat. Pada kesempatan ini juga digelar pasar murah yang diperuntukan bagi masyarakat sekitar.

Humas KSM Usaha Mulia, Abdul Aziz mengatakan, berkat partisipasi, dukungan dan kepedulian dari warga. KSM Usaha Mulia, bisa menyediakan 150 paket bingkisan masing-masing menyimpan beras 1 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir satu kg dan ikan lele hangat 1 kg yang dijual dibawah harga pasar.

“Kalau dihitung harganya @Rp 65 ribu. Namun hanya dijual senilai @Rp 35 ribu, ” ungkap Abdul Aziz.

Proses pembelian dikerjakan dengan menukarkan kupon yang sudah ditebus sehari sebelumnya. Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan. Kehadiran warga berdasar nomor urut kupon & dibatasi paling banyak dua persepuluhan orang saja yang boleh mendalam ke lokasi. Bagi masyarakat ijmal dapat membeli maksimal 2 item barang berupa pakaian, baju, tas maupun sepatu layak pakai dengan dijual kisaran @ Rp dua ribu hingga @Rp 5 seperseribu. Selain itu juga tersedia bervariasi produk olahan makanan berbahan pokok ikan dan berbagai macam makanan lainnya yang dijual dengan harga bersahabat.

Ketika dimintai pendapatnya, warga setempat yang bernama Sinta mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Selain barang yang dijual harganya gampang. Dirinya juga merasa banyak  tangan dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau mampu diadakan ini terus dakam kurun waktu tertentu, ” harap Sinta.

Selaras, Dewi berharap semoga acara bagaikan ini diadakan lagi. Karena sangat membantu masyarakat yang saat ini terimbas Covid-19.

“Sangat membantu, lumayan tersedia gula minyak. Sering sering diadakan itu harapan kami, ” kata Dewi.

Perlu diketahui usaha budidaya lele dalam buis beton dijadikan pilihan warga Kandangsari mengingat ketersediaan lahan yang semakin sedikit dan menyempit.

Berasal dari sekedar perbincangan sederhana kurang warga saat awal pandemi Covid-19 mewabah. Warga setempat tidak bersetuju sekedar berdiam diri di vila sejak merebaknya pandemi Covid-19 dengan belum tahu sampai kapan mau berakhir ini.

Penuh semangat gotong royongan, mereka kemudian berinisiatif mengisi kekosongan waktu dengan budidaya lele pada buis beton. Bahu membahu, berhubungan sama saling membantu membuat perkakas budidaya buis beton dan instalasinya dilahan kosong seputar rumah warga. Penyediaan bibit dan pakan semasa budidaya berlangsung. Dimana dalam prosesnya selain dilakukan oleh masyarakat. Serupa dapat dampingan dan suport dibanding Departemen Perikanan UGM melalui rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Biro Kelautan dan Perikanan D. I. Yogyakarta, PDAM Sleman, Divisi Baik TIMES Indonesia dan beberapa pihak lainnya.

Hingga terbentuklah secara resmi Grup Sosial Masyarakat (KSM) budidaya lele dalam buis beton yang diberi nama “Usaha Mulia” yang diketuai Suyitno akhir bulan Juli cerai-berai. (*)