October 24, 2020
Makna Tembakau Anjlok, Petani Tembakau Datangi Komisi B DPRD Jatim

Makna Tembakau Anjlok, Petani Tembakau Datangi Komisi B DPRD Jatim

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Petani tembakau agaknya kurang gigit jari lantaran kini nilai tembakau telah anjlok, pemicunya ialah meningkatnya cukai rokok. Oleh karenanya siang tadi, Senin (5/10/2020) Uni Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim datang kepada Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Jatim untuk sama-sama mencari solusi arah permasalahan yang dihadapi petani tembakau.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Petani tembakau agaknya kurang gigit jari lantaran kini harga tembakau telah anjlok, pemicunya merupakan meningkatnya cukai rokok. Oleh karenanya siang tadi, Senin (5/10/2020) Afiliasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim datang kepada Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Jatim untuk sama-sama mencari solusi pada permasalahan yang dihadapi petani tembakau.

Pemimpin APTI Jatim, Amin Subarka mengutarakan biasanya gudang-gudang tembakau membuka pembelian pada bulan Agustus hingga Oktober, namun hingga 30 September gudang-gudang tembakau tak kunjung membuka pembelian. Petani pun bingung hendak menjual hasil panen tembakaunya kemana.

“Kendala apa yang membuat gudang-gudang tembakau mengurungkan waktu membuka gudangnya, sehingga ana meminta komisi B kami tatap muka dengan perwakilan gudang-gudang lalu berkomitmen kedepan kalau memang kamar Agustus sampai Oktober menjadi Agenda buka tutupnya gudang sehingga petani bisa mengira-ngira kapan kita tanam, ” ungkapnya

Amin mengatakan di tarikh 2019 cukai juga naik tetapi tak membuat petani tembakau melalukam demo. Kini Industri dikejutkan secara kenaikan 23 persen harga bea rokok.

“Tapi pasar tembakau waktu itu cukup kondusif artinya tembakau terbelih dengan average harga yang cukup baik sehingga tidak ada apa-apa, Petani tersenyum, pengusaha juga tersenyum. Harapan kami ya seperti itu ditahun 2020, ” ujar Amin

Tetapi kata Amin, ditahun 2020 tidak seperti yang diharapkan oleh para-para petani tembakau. Para perani tembakau malah melakukan demo karena permasalahan anjloknya harga tembakau.

Sementara itu Besar Dinas Perkebunan Jatim, Karyadi mengutarakan dalam menghadapi persoalan tersebut pihaknya akan terus membina dalam penambahan produksi dan mutu. Jatim tunggal telah menyumbang 72 persen daripada produksi tembakau nasional.

“Harga yang mutunya sesuai dengan grade mereka sedang bagus. Harga yang tidak elok adalah harga yang tidak sebati standart mutu, ” tutur Karyadi.

Pihaknya akan terus membantu meningkatkan nilai tembakau melalui pupuk dan alsintan. Sehingga diharapkan bantuan tersebut mampu meningkatakn mutu produksi tembakau.

Diwaktu dengan sama ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa mengatakan rendahnya harga tembakau tersebut menjadi kasus bersama yang harus dipecahkan. Oleh karenya pihaknya nantinya juga akan mengundang perusahaan rokok untuk duduk bersama Dinas Perkebunan dan petani tembakau.

“Permasalahan tembakau yang kedua banyak tembakau petani yang tidak terserap, jadi kelebihan tembakau. Pabrikan tak membeli, ” terangnya.

Dengan mempertemukan para-para petani tembakau, pabrik tembakau & Dinas Perkebunan Komisi B DPRD Jatim diharapkan bisa didapatkan penyelesaian terbaik terkait masalah harga tembakau. (*)