October 24, 2020
Berkah Budidaya Bunga Telang, Masa Pendahuluan Danang Lebih Terang

Berkah Budidaya Bunga Telang, Masa Pendahuluan Danang Lebih Terang

TIMESINDONESIA, BANTUL – Solusi terhadap masalah kadang datang tidak terkira. Seperti yang dialami Danang Selaput Krisnadi yang bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Melalui budidaya bunga Telang (Clitoria Ternatea). Bunga berwarna biru tua yang akhir-akhir ini banyak diburu masyarakat sebab manfaatnya yang besar untuk kesehatan tubuh.

TIMESINDONESIA, BANTUL – Solusi terhadap masalah kadang muncul tidak terduga. Seperti yang dialami Danang Ari Krisnadi yang berdiri dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Melalui budidaya bunga Telang (Clitoria Ternatea). Bunga berwarna biru tua yang akhir-akhir ini banyak diburu masyarakat karena manfaatnya yang besar untuk kesehatan.  

Ditemui di tempat usahanya dusun Sirat Rt 03 Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Minggu (4/10/2020) pria 27 tahun ini merawikan awalnya hanya menjadikan budiadaya kembang telang sebagai sambilan. Hasilnya dijual ke beberapa cafe di praja Yogyakarta. Dengan harga jual mencapai Rp 100 Ribu setiap kilogram kering dapat menjadi tambahan bagi keluarganya.  

Namun munculnya pandemi Covid-19 membuat permintaan bunga telang beradu. Akibatnya stok bunga telang menumpuk di rumahnya. Dari kondisi itu, Danang bertekad akan mengolah sendiri bunga telang menjadi produk siap jual. Tekad ini semakin berpengaruh menyusul dirinya yang diberhentikan dari tempat kerjanya akibat pandemi Covid-19.  

Dibantu istrinya mulailah diproduksi teh telang dengan pilihan rasa seolah-olah lemon, madu dan sereh. Dengan pemasaran secara online, permintaan datang dari seluruh Indonesia. Tidak tenang dengan satu produk, dibantu enam karyawannya mulailah diproduksi sabun redup dan sabun batangan juga dengan beragam varian. Penerapan protokol kesehatan tubuh menyebabkan sabun laku keras.  

“Manfaat utama bunga telang untuk memajukan imunitas, ” jelas Danang.  

Tidak ingin kesulitan memperoleh bahan dasar, Danang sudah memiliki lahan bunga telang dengan produksi 6 kilogram setiap hari. Bahkan ia mengajak warga di sekitarnya untuk budidaya bunga telang. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku menyusul inovasi baru berupa puding dan nasi bunga telang. (*)