October 24, 2020
Luhut: Stimulus Pariwisata dengan Memberikan Potongan (harga) 50 Persen Setiap WNI

Luhut: Stimulus Pariwisata dengan Memberikan Potongan (harga) 50 Persen Setiap WNI

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sektor pariwisata salah mulia yang terdampak karena pandemi covid-19. Melihat hal tersebut pemerintah akan mengeluarkan stimulus paket pariwisata. Sebab itu, anggaran yang direncanakan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) hendak menyasar kepada industri-industri yang terpukul.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sektor pariwisata salah satu yang terdampak karena pandemi covid-19. Melihat situasi tersebut pemerintah akan mengeluarkan stimulus paket pariwisata. Karena itu, anggaran yang direncanakan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan menyasar kepada industri-industri yang terpukul.

“Indonesia dapat memakai dana stimulus itu untuk membuat industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan asing agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana sejumlah 895 triliun, ” ucap Luhut dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Nantinya Provokasi akan diberikan dalam bentuk diskon paket pariwisata sebesar 50 tip per Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Maksimum diskon Rp 2. 35 juta per NIK. Dengan hal itu, diharapkan terjadi multiplier effect sebesar 4. 58 kali sampai 5. 85 kali atau senilai dengan Rp 9. 34 triliun datang Rp 11. 93 triliun, ” ungkapnya.

Selain itu, Kementerian Pariwisisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf RI ) menyatakan sudah menyiapkan berbagai strategi penanganan Covid-19. Termasuk memulihkan ekonomi nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Menteri Turisme dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjelaskan, satu diantara sektor ekonomi dengan paling terdampak pandemi Covid-19 ialah pariwisata. Saat ini pendapatan mengalami penurunan signifikan akibat terhentinya aksi wisata.

“Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk membersihkan kembali industri pariwisata dengan melalukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional, ” ujarnya saat Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Rakorpim PC-PEN) di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat 25 September 2020.

berbagai program telah disiapkan serupa Hibah Pariwisata, Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Stimulus Reaktivasi Pariwisata, Fasilitas Hotel dengan 3 kali makan & snack untuk Isolasi Mandiri secara anggaran Rp3, 8 triliun.

Untuk Provokasi Reaktivasi Pariwisata, Kemenparekraf memberikan stimulus reaktivasi berupa diskon 50 upah paket wisata yang baru bakal dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis secara tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata. (*)