October 24, 2020
Tangani ODGJ, Kepala Dinsos Jatim: Jatim Bebas Pasung Harus Tercapai

Tangani ODGJ, Kepala Dinsos Jatim: Jatim Bebas Pasung Harus Tercapai

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Masih banyak keluarga yang mengakui Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan cara dikurung atau dipasung. Untuk mengurangi hal tersebut dalam Kamis (24/9/2020) Dinas Sosial Jawa Timur (Dinsos Jatim) menggelar Rapat Koordinasi Pemantapan Pendamping Pasung.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Masih banyak  keluarga yang memperlakukan Orang Secara Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan jalan dikurung atau dipasung. Untuk mengurangi hal tersebut pada Kamis  (24/9/2020) Dinas Sosial Jawa Timur (Dinsos Jatim) menggelar  Rapat Koordinasi Pengukuhan Pendamping Pasung.

Orang Dengan Gangguan Atma (ODGJ) wajib mendapat perlindungan dan  hak-hak untuk memperoleh perawatan dan kehidupan layak sesuai dengan kedudukan kemanusiaannya sebagaimana telah diatur di UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kepala Dinas Sosial Jatim, Dr. Alwi, M. hum mengucapkan pengurungan atau pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sekalipun dilakukan oleh keluarganya dengan tujuan kebahagiaan menurut peraturan merupakan perbuatan yang dikategorikan sebagai perampasan hak untuk hidup secara layak, yang bermakna melanggar hak asasi manusia.

“Hal yang dapat dilakukan oleh keluarganya demi tercapainya kehidupan layak bagi karakter gila tersebut adalah dengan melakukan upaya kesehatan jiwa, yakni mengupayakan pengobatan dan perawatan di wahana pelayanan kesehatan, ” ujarnya.

Meski tidak boleh dipasung atau dikurung, tanggungan juga tak boleh membiarkan ODGJ berkeliaran bebas. Jika keluarga mencuaikan ODGJ berkeliaran bebas maka tanggungan juga bisa dikenai Pasal 491 butir 1 KUHP.

“Sering dijumpai Karakter Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan berkeliaran di jalan, tetapi hal ini masih lebih manusiawi dibandingkan dengan jika mereka dipasung, ” ungkap  Alwi.

Data Pasung yang terdata pada aplikasi e pasung had September 2020 ini sebanyak dua. 588 orang (perawatan sebanyak 626 org, Bebas Pasung: 1. 395 org, Pasung sebanyak 330 org, meninggal dunia sebanyak 237 org).

“Sesuai dengan target Ibu Gubernur buat Jawa Timur Bebas Pasung harus tercapai untuk itu kita perlu bekerja keras untuk mewujudkannya, “tuturnya

Dinsos Jatim sendiri telah  memiliki pendamping pasung terhadap ODGJ sebanyak 145 orang di tahun 2019 dan 75 orang di tahun 2020.   Dalam upayanya, telah dibuat program berbasis IT ATM PASUNG (Administrasi Terpadu Management Pasung) yang di dalamnya terdapat aplikasi e- Pasung. (*)