October 24, 2020
Jadi Pemateri Kuliah di UDINUS, Wali Kota Kediri: Pemuda Harus Menjelma Entrepreneur

Jadi Pemateri Kuliah di UDINUS, Wali Kota Kediri: Pemuda Harus Menjelma Entrepreneur

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Wali Tanah air Kediri Abdullah Abu Bakar memajukan generasi muda untuk menjadi entrepreneur. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri saat menjadi pemateri pada kuliah umum Dinus Inside 2020, Senin (21/9/2020). Pemateri lain yaitu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kuliah Umum tersebut diikuti sebab 3857 mahasiswa di UDINUS Semarang dan 172 di UDINUS Kediri.

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Wali Praja Kediri Abdullah Abu Bakar memerosokkan generasi muda untuk menjadi entrepreneur. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri saat menjadi pemateri pada kuliah umum Dinus Inside 2020, Senin (21/9/2020). Pemateri lain yakni Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kuliah Umum tersebut diikuti sebab 3857 mahasiswa di UDINUS Semarang dan 172 di UDINUS Kediri.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan era revolusi industri 4. 0 ini membawa teknologi informasi menjadi basis di kehidupan manusia. Apalagi di masa globalisasi dan digital ini penuh peluang yang luar biasa.

“Dulu industri harus punya uang dan pakai mesin. Sekarang kalau bisnis tak perlu ruko sekarang bisa jualan melalui sosial media. Bahkan baik media ini memiliki massa yang besar dan sudah menggeser market yang non online, ” ujarnya.

Pemangku Kota yang populer disapa Mas Abu ini mengatakan saat tersebut Indonesia mendapatkan bonus demokrasi. Lembaga Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat jumlah usia tentara kerja (15 hingga 64 tahun) mencapai 180 juta jiwa (70 persen) pada tahun 2020-2030.

Di Tanah air Kediri pun sama ternyata piawai 15-44 tahun itu usia dengan paling banyak. Sehingga usia dengan paling banyak ini mereka terbuka terhadap teknologi. Sehingga seperti jualan online segala macam itu bisa digarap untuk personal branding.

“Ini benar juga oleh anak-anak muda yang punya peluang bisnis yaitu menggunakan teknologi untuk bisnis yaitu awal up seperti Grab, Gojek dulu mereka ditertawakan. Sekarang Instagram, Facebook dan Youtube bisa dimonetize. Bisa untuk jualan juga, sekarang seluruh berubah lihat TikTok. Bukalapak dulu semua takut untuk beli online sekarang semuanya dilakukan secara online, ” ujarnya.

Lanjut Mas Abu, anak-anak muda harus terus diasah jiwa kompetitifnya. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak muda ini mempunyai daya saing. “Kata Pak Presiden kelemahan di daya saing, padahal kreativitas kita semua ada. sumber daya alam atau sumber daya manusia semua ada. Daya bertarung ini kita asah, sehingga kita bisa menjadi negara maju. Saudara-saudara kita tokoh milenial yang sukses itu masih sedikit. Semoga itu ada dari UDINUS juga. Hendaknya dari Semarang maupun di Kediri, ” ungkapnya.

Mas Abu juga memerosokkan anak-anak muda untuk menjadi seorang entrepreneur. Syarat untuk menjadi negeri maju ialah jumlah pelaku entrepreneur harus lebih dari 14 persen dari rasio penduduknya. Sementara pada Indonesia, pelaku entrepreneur baru 3, 1 persen. “Dengan banyaknya entrepreneur akan membantu membuka lapangan order, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memaksimalkan potensi daerah, ” jelasnya.

Menurut Akang Abu, di masa kuliah itu mahasiswa harus punya cita-cita luhur dan jelas. Kemudian harus mempunyai punya target. “Di masa kuliah perbanyak belajar, mencari banyak teman, berkegiatan positif termasuk berorganisasi. Kudu memiliki soft skill. Serta belajar berbisnis dan jangan takut bermimpi. Mahasiswa di era ini, kudu multitalent. Harus serba bisa, jadi soft dan hard skill rupanya harus ada, ” pesannya.

Kepada para mahasiswa UDINUS, Wali Kota Kediri juga membagikan tips saat menjadi mahasiswa agar jadi entrepreneur lulus. Pertama, evaluasi keterampilan, pengetahuan, dan tujuan. Kedua, pilih ide usaha yang spesifik yang bisa dikembangkan. “Ketiga, studi pasar. Keempat, bakal rencana bisnis sedini mungkin. Kelima, temukan mentor yang cocok. Keenam, action, ” pungkasnya. (*)