November 30, 2020
Lebih dari 750 SPBU Pertamina pada Jatim Sudah Go Digital

Lebih dari 750 SPBU Pertamina pada Jatim Sudah Go Digital

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Mendatangi pertengahan September 2020 ini, sebanyak 759 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Jawa Timur telah menuntaskan agenda Digitalisasi SPBU. Jumlah tersebut mencakup 86. 1 persen dari mutlak 882 SPBU Go Digital,  yang direncanakan untuk implementasi teknologi digital di wilayah Jawa Timur.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Memasuki rata-rata September 2020 ini, sebanyak 759 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Jawa Timur telah menuntaskan program Digitalisasi SPBU. Jumlah tersebut mencakup 86. 1 persen dari total 882 SPBU Go Digital,   dengan direncanakan untuk implementasi teknologi digital di wilayah Jawa Timur.

Demikian disampaikan Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, di Surabaya, Rabu (16/9/2020).

“Untuk menjawab tantangan di era digital, Pertamina telah melakukan digitalisasi pada seluruh lini bisnis, dari hulu hingga hilir. Melalui Digitalisasi SPBU, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina, Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Patra (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan pada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat, ” jelas Rustam.

Secara mutlak, di seluruh wilayah MOR V yang meliputi Jatim, Bali, NTB, dan NTT, Program Digitalisasi SPBU telah diterapkan di 1. 009 SPBU.

“Di wilayah MOR V, mutlak ada 1. 209 SPBU dengan direncanakan akan dilakukan digitalisasi, bersinergi dengan Telkom. Artinya sudah 83. 5 persen, sedang selebihnya pada proses persiapan serta pemasangan sebanyak perangkat pendukung, ” tambah Rustam.

Melalaikan Program Digitalisasi SPBU, maka Pertamina dapat memantau kondisi stok BBM, penjualan BBM, dan transaksi pembayaran di SPBU secara real-time. Rencana digitalisasi adalah dengan merekam segenap data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu dengan faktual, di mana dari pada setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan pemasaran setiap SPBU.

“Melalui program digitalisasi itu, Pertamina dapat mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan persediaan produk BBM, sehingga dapat lekas ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU tersebut, ” introduksi Rustam.

Program Digitalisasi juga mewujudkan cashless payment antara Pertamina dengan pemilik SPBU, serta pemilik SPBU dengan konsumen.

Rustam juga menambahkan, bahwa program ini dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM, khususnya yang bersubsidi yaitu Biosolar (B30) dan penugasan yaitu Premium. Hal tersebut dimungkinkan karena data-data tersebut juga dapat diakses secara langsung oleh sejumlah bagian berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

Selain itu, Pertamina juga menganjurkan kemudahan bagi konsumen untuk mengambil produk-produk Pertamina dengan cara pembayaran non tunai (cashless payment). Pembayaran non tunai di SPBU sanggup dilakukan baik melalui fasilitas yang telah dikerjasamakan dengan berbagai perbankan maupun dengan Link Aja yang telah terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina. Kedua cara ini merupakan sikap konkret Pertamina dalam menerapkan kejernihan dalam menjalankan penugasan dari negeri sekaligus meningkatkan kemudahan bagi masyarakat dalam membeli produk Pertamina.   (*)