September 18, 2020
Masyarakat Kedung Klinter Surabaya Keluhkan Buruknya Saluran Pembuangan Air

Masyarakat Kedung Klinter Surabaya Keluhkan Buruknya Saluran Pembuangan Air

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Permasalahan pemerataan infrastruktur saluran pembuangan tirta masih dirasakan warga di provinsi Kedung Klinter, Kelurahan Kedungdoro, Surabaya, Jawa Timut. Sebagai contoh di perkampungan RT VI yang merupakan wilayah padat penduduk, kondisi media airnya dinilai sangat mengkhawatirkan.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Permasalahan pemerataan infrastruktur saluran pembuangan air masih dirasakan warga di wilayah Kedung Klinter, Kelurahan Kedungdoro, Surabaya, Jawa Timut. Sebagai contoh di perkampungan RT VI yang merupakan wilayah penuh penduduk, kondisi saluran airnya dinilai sangat mengkhawatirkan.

Hal tersebut diungkapkan  oleh Sekretaris RW, Siswadi yang menyatakan saluran air berada di tengah-tengah perumahan warga. Kondisi saluran minuman tersebut dinilai warga mengkhawatirkan sebab ukurannya cukup lebar.

“Kami sudah mengajukan untuk diperbaiki, minimal ditutup, ” ungkap Siswadi, Kamis (20/8/2020).

Pengajuan ini dilakukan dalam Musyawarah Perencanaan & Pembangunan (Musrenbang), Pemkot Surabaya. “Sudah diajukan, disurvei. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut, ” kata Siswadi.

Kondisi tersebut menjadi lupa satu keluhan warga saat sosialisasi Kampung Tangguh yang dilakukan sebab Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana semalam (20/8/2020).

Tak laksana biasanya dalam melakukan kegiatan sosialisasi. Pengurus RT dan RW menyilakan Whisnu untuk melihat langsung suasana saluran pembuangan air dan pemukiman warga.

Bersama rombongan, politisi PDI Perjuangan ini blusukan ke lima RT. “Biar Pak Whisnu mengetahui tepat bagaimana kondisi riil. Kampung itu sepintas dikelilingi bangunan berkaca dan gedung, tapi ironis karena menjawab Pemkot minim, ” ujar Siswadi.

Situasi yang dijadikan kegiatan blusukan itu kemudian menjadi perhatian bagi Whisnu. “Kenapa kok sampai sudah diusulkan tapi tidak ada tindak lanjut. Ini menjadi perhatian kami pada Pemkot, ” katanya.

Whisnu yang datang bersama Istri, Dini Syafariah Endah juga mendapatkan keluhan lantaran mengindahkan Pemkot terhadap warga terdampak selama masa pandemi Covid-19 dinilai sedang minim.

Pria yang akrab disapa WS itu menyatakan akan menindaklanjuti beberapa keluhan warga tadi. Termasuk siap menjaminkan diri bagi salah seorang warga yang membutuhkan bantuan medis, yakni kader Posyandu dan Kader Bu Mantik yang tengah bersiap menjalani operasi namun terkendala bea.

Ke depan, program Rp 50 datang Rp 100 juta setiap RT dicanangkan oleh Whisnu agar warga Surabaya menjadi kian mandiri dalam memajukan kampungnya, termasuk menuntaskan bermacam persoalan saluran pembuangan air. (*)