September 18, 2020
Menteri PUPR RI dan Gubernur Jatim Khofifah Sinergikan Rencana Tol Menuju Pasar Induk Puspo Agro

Menteri PUPR RI dan Gubernur Jatim Khofifah Sinergikan Rencana Tol Menuju Pasar Induk Puspo Agro

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat atau Gajah PUPR RI Basuki Hadimuljono menyambut kunjungan kerja Gubernur Jatim Khoififah Indar Parawansa di Kampus Departemen PUPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2020). Pertemuan tersebut dalam rangka menyinergikan program-program pembangunan infrastruktur di Jawa Timur dalam rangka percepatan perbaikan ekonomi pasca Pandemi Covid-19, salah satunya rencana pembangunan akses…

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ataupun Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menerima kunjungan kerja Gubernur Jatim Khoififah Indar Parawansa di Kampus Kementerian PUPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2020). Pertemuan tersebut dalam rencana menyinergikan program-program pembangunan infrastruktur pada Jawa Timur dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19, salah satunya rencana pembangunan akses tol (interchange) menuju Pasar Pokok Puspo Agro di Kabupaten Sidoarjo.  

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa manfaat dari terbangunnya Tol Trans Jawa, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur tidak hanya menjadi jalur penengah transportasi antar kota, tetapi bisa diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri mengikuti mendukung akses ke destinasi turisme sesuai dengan visi Presiden MENODAI Jokowi dan Wapres RI Ma’ruf Amin tahun 2019-2024.

“Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan rekan utama utamanya. Lalu, pengusaha tala dari Pasuruan dan Probolinggo, kini bisa memastikan mangga dipetik secara daunnya langsung dibawa dan tiba di Jakarta dalam keadaan anyar.   Tol Trans Jawa bakal memangkas biaya angkutan logistik serta mengurangi waktu tempuh pengiriman bahan (delivery time). Dengan kepastian masa tempuh, investor dapat membuat perkiraan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah, ” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.  

Rencana pembangunan kanal tol menuju Pasar Induk Puspo Agro merupakan prakarsa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam rangka mengoptimalkan distribusi barang dan jasa menuju kawasan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo yang merupakan daerah penyangga Tanah air Surabaya sekaligus mengurangi kepadatan awut-awutan lintas di ruas Jalan Sawunggaling Sidoarjo. Usulan tersebut tertuang di dalam Surat Gubernur Jatim No 620/17709/103/2019 tentang Permohonan Jalan Keluar/Masuk Ulama Tol Sidoarjo-Waru Menuju Pasar Modern Puspa Agro tertanggal 24 September 2019.  

Kementerian PUPR RI melalui Ditjen Bina Marga mendukung terlaksananya pembangunan akses Pasar Induk Puspo Agro dan akan melakukan evaluasi yang menjadi bagian dari perubahan ruang lingkup investasi jalan pungutan. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar terus mencari berbagai alternatif (inovasi) pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk hidup tol sehingga tidak membebani Taksiran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

Terdapat empat alternatif rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro yakni pertama lantaran Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 747+280, tepanya di dekat Perumahan Taman Aloha, Sidoarjo. Jarak munuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 5, 93 Km.

Alternatif kedua tidak jauh dari alternatif pertama yakni akses Tol Surabaya-Gempol di KM 747+900 berjarak 5, 96 Km. Pilihan ketiga di Tol Surabaya-Gempol KM 750+100, tepanya di dekat Perumahan Masangan Wetan, Sidoarjo dengan jeda sekitar 7, 69 Km. Alternatif keempat di Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 754+100, tepanya di wilayah Desa Wonokoyo Kabupaten Sidoarjo. Tenggang menuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 9, 61 Km.

Jalan Tol Surabaya – Gempol merupakan berkepanjangan bebas hambatan yang pertama kali dibangun di wilayah Jawa Timur dan telah beroperasi penuh dalam tahun 1986. Ruas tol ini membentang dari Surabaya hingga Gempol sepanjang 43 Km dan telah terhubung dengan ruas tol lainnya yang dibangun Kementerian PUPR RI pada periode 2015-2019 di daerah Jawa Timur, diantaranya Jalan Tol Gempol – Pasuruan (35 Km), Tol Pandaan – Malang (38, 4 Km), dan Tol Pasuruan – Probolinggo (31 Km).  

Pendirian Tol Surabaya – Gempol sudah memberikan manfaat bagi wilayah dalam sekitar dan menjadi kunci konektivitas pada ruas Tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur. Adanya bencana lumpur panas Lapindo pada tahun 2006, panjang Tol Surabaya – Gempol dipangkas sekitar enam Km, tepatnya pada ruas Porong – Gempol karena terendam lumpur. Pemerintah memutuskan untuk menutup buku tersebut dan bergeser sekitar 3 Km ke arah barat, sehingga panjangnya menjadi 37 Km.

Turut mendampingi Menteri PUPR RI Basuki era membahas rencana pembangunan akses pungutan Pasar Induk Puspo Agro secara Gubernur Jatim Khoififah Indar Parawansa, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI Hedy Rahadian, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR MENODAI Jarot Widyoko, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Danis H. Sumadilaga dan Kepala Badan Pengurus Jalan Tol Kementerian PUPR RI  Danang Parikesit.   (*)