November 24, 2020
Wisata Pinus Songgon Banyuwangi, Indah di Siang Hari Menawan Saat Malam

Wisata Pinus Songgon Banyuwangi, Indah di Siang Hari Menawan Saat Malam

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sapa bilang keindahan wisata Pinus Songgon Banyuwangi, Jawa Timur hanya asyik dikunjungi di siang hari. Di malam hari, pemandangan yang disajikan ternyata jauh lebih menawan. Dengan lampu-lampu terang di tengah hutan, melaksanakan suasana kian romantis.

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Siapa bilang keindahan wisata Pinus Songgon Banyuwangi, Jawa Timur  hanya suka dikunjungi di siang hari. Pada malam hari, pemandangan yang disajikan ternyata jauh lebih menawan. Dengan lampu-lampu terang di tengah alas, membuat suasana kian romantis.

Ada sebuah spot foto malam yang belum lama dibangun. Yakni sebuah jembatan sampai yang dikelilingi oleh cahaya lampu LED.

Ngomongin soal desain, jembatan dengan disebut ‘Twinkle Light’ ini adalah mahakarya kreativitas himpunan mahasiswa wisata Politeknik Negeri Banyuwangi. Melalui Kalender Hibah Desa Binaan (PHDB) yang telah berkontribusi mempercantik dunia wisata.

“Spot baru ini adalah kreativitas teman-teman mahasiswa. Terimakasih atas dukungannya kepada Pinus Songgon, semoga menjadi bermanfaat untuk bersama, ” kata Ketua Pokdarwis Pinus Songgon, Yusuf Sugiono, Jumat (7/8/2020).

Jembatan cahaya ini mempunyai tinggi sekitar 3 meter dan panjang 10 meter, dengan ujung jembatan melingkari pohon pinus mulia.

Di siang hari, dari atas jembatan bisa melihat sejumlah pemandangan yang menakjubkan. Hamparan sungai dan bebatuan serta birunya gunung dan rumpun hijau pegunungan nampak jelas langsung di mata.

Semilir angin yang sugih akan oksigen membuat longgar fotosintesis dan diyakini bisa memberikan kebaikan bagi tubuh serta memperpanjang sempurna seseorang yang menghirupnya.

Dengan keindahan alam yang ada dan ditunjang permutasi yang dibangun, membuat Pinus Songgon ini semakin kece untuk menjawab hasrat bergaya para kawula bujang.

“Kita mencoba untuk selalu memberikan yang terbaik dan selalu baru untuk wisatawan. Selain terus berinovasi di dalam hal fisik kita juga menahan dengan SDM yang mumpuni, ” jelas Yusuf.

Disebutkan Yusuf, selama pandemi Covid-19 pihaknya benar-benar telah merasakan dampaknya bagi pariwisata. Selama agak 4 bulan tidak ada sumber pemasukan untuk keberlangsungan ekonomi pada wisata Pinus Songgon.

Untuk bertahan tumbuh, diakuinya bahwa banyak pengelola Saru Songgon yang beralih profesi menjelma kuli bangunan.

Kondisi ini, tidak menghasilkan pengelola Pinus Songgon menyerah. Sementara beralih profesi, sembari memikirkan sebuah strategi dan inovasi yang siap mendongkrak pemasaran saat masa pandemi ini selesai.

“Kita membuat diri buat siapapun yang ingin bekerjasama serta kita menerima setiap masukan. Kita bertahan sekaligus berbenah. Menciptakan perubahan baru sembari membangun SDM, ” katanya.

Seperti yang diketahui di Pinus Songgon, selain berwisata para pengunjung juga bisa melakukan banyak denyut. Diantaranya, bermain tubing, arum jeram, paintball, flying fox, panahan, camp ground dan yang paling menantang adalah off-roads.

Dengan adanya jembatan cahaya ini tentunya membuat wisata Saru Songgon Banyuwangi semakin mempesona. Tak hayal, wisata ini pantas dikenal sebagai primadona destinasi hutan secara jutaan petualangan di Banyuwangi. (*)