November 24, 2020
Aliansi Pekerja Seni Surabaya Demo, Minta Hajatan Kembali Diperbolehkan

Aliansi Pekerja Seni Surabaya Demo, Minta Hajatan Kembali Diperbolehkan

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ratusan pekerja seni demo di depan Balairung Kota Surabaya, Rabu (5/8/2020) pagi. Mereka yang tergabung dalam Perserikatan Pekerja Seni Surabaya (APSS) menuntut agar acara hajatan dan per kembali diizinkan di Kota Surabaya.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ratusan pekerja halus demo  di depan Balai Kota Surabaya, Rabu (5/8/2020) pagi. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Praktisi Seni Surabaya (APSS) menuntut supaya acara hajatan dan hiburan kembali diizinkan di Kota Surabaya.

Salah satu orator demo menyatakan bahwa gerak laku ini terpaksa digelar karena getah perca pekerja seni ini telah lima bulan tidak dapat bekerja.

“Kami telah lima bulan tidak bisa menyala. Bagaimana nasib kami dan anak-anak yang setiap hari tetap kudu makan, ” ujar orator dengan lantang.

Dalam aksi demo ini, siap para pekerja reog, dekorasi, rias, dan pekerja seni lainnya dengan menuntut agar pihak Pemkot Surabaya segera mengizinkan bidang pekerjaannya kembali diperbolehkan.

Sampai berita ini diturunkan, aksi demo di depan Balai Kota Surabaya masih terus dilakukan oleh Aliansi Pekerja Seni Surabaya. (*)