September 19, 2020
Masrun: Lobster Bisa jadi Ikon Kuliner Lombok Tengah Mendunia

Masrun: Lobster Bisa jadi Ikon Kuliner Lombok Tengah Mendunia

TIMESINDONESIA, LOMBOK TENGAH – Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun memperhitungkan, potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Lombok Tengah memang melimpah dan losbter bisa menjadi tanda untuk Lombok Tengah mendunia.

TIMESINDONESIA, LOMBOK TENGAH – Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun menilai, potensi kelautan & perikanan di Kabupaten Lombok Tengah dasar melimpah dan losbter bisa menjadi ikon untuk Lombok Tengah mendunia.

“Saya pikir lobster ini sangat seksi. Tamsil emas putih, dia mahal, memiliki gengsi, dan hanya ada pada beberapa tempat saja termasuk Lombok Tengah. Lobster bisa menjadi ikon kuliner Lombok Tengah Mendunia sepadan saat kelak, ” kata H Masrun, kepada TIMES Indonesia, Selasa (4/8/2020).

Ia mengatakan, potensi Lobster bahar di Lombok Tengah juga kudu mulai digarap dan dikembangkan secara budidaya. Sehingga para nelayan tidak hanya menikmati nilai ekonomis daripada bibit Lobster tetapi juga manfaat dari hasil budidaya.  

Menurut Masrun, hal ini perlu dilakukan biar produksi Lobster dewasa untuk penggunaan juga bisa ditingkatkan di wilayah, dan selanjutnya bisa dikreasikan serta menjadi kuliner andalan daerah.

“Bayangkan kalau di kawasan selatan nanti dibangun pusat kuliner Lobster, dengan makna terjangkau dan mutu yang sejajar. Orang-orang dari penjuru Indonesia makin dunia akan datang hanya buat menikmati Lobster Lombok Tengah, ”   ucap Cabup pilihan PKB ini.  

Lombok Tengah saat itu menjadi destinasi wisata yang berkelas internasional setelah KEK Mandalika ditetapkan sebagai destinasi superprioritas nasional. MotoGP 2021 juga akan melejitkan daerah ini menuju destinasi mendunia.

Masrun terpendam, sebagai destinasi wisata berkelas internasional, sektor pariwisata di Lombok Sedang harus bisa menjadi pemicu bangkitnya perekonomian di sektor lainnya termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan kelautan.

Sebab segi potensi kelautan dan perikanan, Lombok Tengah memiliki banyak komoditi baik ikan tangkapan, budidaya perikanan, rumput laut, bahkan Mutiara Selatan (South Sea Pearl). Semua itu bisa mengisi kebutuhan sektor wisata, perhotelan, kuliner, hingga souvenir.

Potensi itu sudah di depan mata. Zaman ini Pemprov NTB juga sedang mengembangkan kawasan Teluk Awang pada Lombok Tengah sebagai klaster Minapolitan Lombok.

Menurut Masrun, Pelabuhan Perikanan Teluk Awang dan minapolitannya bisa menjelma pintu masuk pengembangan kuliner bahar, dengan ikon utama Lobster nantinya.

“Kita bisa fasilitasi para nelayan, secara pendampingan inovasi dan kreativitas, itu juga punya peluang membuka bisnis kuliner yang bahannya dari mereka sendiri, terlebih Lobster ini, ” tukasnya.

Masrun menegaskan, pemberdayaan nelayan selalu harus menjadi tugas dan tanggungjawan perusahaan swasta yang berinvestasi di Lombok Tengah, termasuk perusahaan eksportir Lobster nantinya. Swasta bisa berperan strategis dengan pola kemitraan secara nelayan dan kelompok nelayan, & juga mensupport melalui program CSR mereka.

“Jadi semua sektor digarap bersama-sama dengan pola partisipatif, termasuk Losbter. Saya yakin Lombok Tengah Mendunia bukan sekadar mimpi manis, ” tutur Calon Bupati Lombok Pusat, H Masrun.   (*)