October 24, 2020
Lulusan Mahasiswa Asal Kamboja Positif Covid-19, UGM Lakukan Tracing

Lulusan Mahasiswa Asal Kamboja Positif Covid-19, UGM Lakukan Tracing

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Ketua Satgas Covid-19 UGM, Dr. dr. Rustamadji, M. Kes mengatakan satu mahasiswa asal Kamboja yang baru selalu lulus dari program studi Magister Teknik Kimia di Fakultas Cara UGM pada bulan Juli 2020 dinyatakan posiitf Covid-19. Hal tersebut diketahui setelah hasil swab dengan dilakukannya di Kamboja keluar.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Ketua Satgas Covid-19 UGM, Dr. dr. Rustamadji, M. Kes mengucapkan satu mahasiswa asal Kamboja yang baru saja lulus dari program studi Magister Teknik Kimia di Fakultas Teknik UGM pada bulan Juli 2020 dinyatakan posiitf Covid-19. Hal tersebut diketahui setelah buatan swab yang dilakukannya di Kamboja keluar.

Menurutnya, saat ini UGM tengah melakukan tracing untuk memutus lengah rantai penyebaran virus corona. “Kita saat ini masih melakukan penyeliaan (rapid test) dan pelacakan dengan siapa saja dia pernah melangsungkan kontak sebelum kembali ke Kamboja setelah kelulusannya, ” jelasnya di keterangan rilis yang diterima TIMES Indonesia, minggu (2/8/2020)

Nah, sebelum kembali ke negara asalnya, lanjut Adji alumnus tersebut sempat mengunjungi kampus untuk mengambil ijazah. Karena itu, saat ini Satgas Covid-19 UGM melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengannya jalan tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun jodoh satu kos.

“Saat ini masih di tahap pemeriksaan, Senin depan data baru keluar. Apabila nantinya ada yang dinyatakan positif kita bakal lakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh universitas, ” ungkapnya

Ia menambahkan untuk mencegah penularan, pihaknya juga akan merekomendasikan fakultas untuk menutup layanan kampus semasa tiga hari guna mendisinfeksi ruangan di kampus.

Menyikapi kondisi ini, Adji meminta kepada seluruh sivitas UGM untuk tetap tenang, tetapi terus meningkatkan kewasapadaan. Tetap mematuhi adat kesehatan yang dianjurkan pemerintah yaitu menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan serta menerapkan corak hidup bersih dan sehat. “Jangan panik, tetap disiplin jalankan adat kesehatan dan ikuti arahan, ” tuturnya.

Sementara menanggapai isu terpaut tutupnya pelayanan di RSA UGM dan klinik GMC karena ada pegawainya yang posiitf Covid-19, Adji menjelaskan bahwa baik RSA UGM  maupun GMC menutup layanan poliklinik/rawat jalan dalam rangka memperingati keadaan raya Idul Adha 1441 H. “Kita juga lakukan pemeriksaan ke pegawai di RSA dan GMC, hasilnya baru keluar Senin serupa. Namun tutupnya pelayanan karena memperingati Idul Adha, bukan karena hal lain, ” paparnya.   (*)