August 15, 2020
Kemenparekraf RI: UMKM Harus Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

Kemenparekraf RI: UMKM Harus Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomir Kreatif) membakar pelaku UMKM kreatif memperluas pasar dengan memanfaatkan teknologi. Terlebih zaman pandemi Covid-19 yang memukul semua sektor ekonomi kreatif.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomir Kreatif) mendorong karakter UMKM kreatif memperluas pasar dengan memakai teknologi. Terlebih saat pandemi Covid-19 yang memukul semua sektor ekonomi kreatif.

“Akibat pandemi, pariwisata terhenti apalagi paling drop sekarang. Tapi kalau di sektor ekonomi kreatif kira-kira subsektor justru dapat momentum termasuk UMKM di sektor ekonomi kreatif. Yakni dengan memanfaatkan teknologi untuk mereka berakselerasi dan memperluas pasar, ” kata Staf Khusus Gajah Bidang Digital dan Industri Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Ricky Pesik dalam dialog interaktif “Bangga Buatan Indonesia” di Studio Jak-TV, Selasa (28/7/2020) malam.

Ricky mengatakan keterbatasan pergerakan orang kelanjutan pandemi COVID-19 membuat peluang ekonomi digital, transaksi yang dilakukan dengan daring jadi terbuka luas. Apalagi Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dan ditunjang dengan substansi sumber daya alam dan kebiasaan untuk dikembangkan sebagai inovasi dalam menghasilkan produk-produk ekonomi kreatif.  

“Pasar kita luas dan patut kita syukuri karena sistem distribusi, pola logistik kita tidak terganggu akibat pandemi sehingga transaksi online & pengiriman barang tidak terganggu. Sebab segi makro-ekonomi, ekonomi digital ini akan jadi strategi nasional bahkan banyak negara untuk meningkatkan aliran ekonomi lokal. Indonesia sebagai kaum yang besar kenapa tidak menggunakan momentum ini, ” kata Ricky Pesik.  

Turut hadir dalam perbincangan tersebut Dirjen Informasi dan Hubungan Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo.  

Negeri berusaha untuk membuat ekosistem ekonomi digital dengan memberikan berbagai insentif kepada pelaku UMKM sehingga itu dapat lebih kompetitif di pasar.  

Pemerintah juga telah menggulirkan gerakan nasional gerakan “Belanja Buatan Indonesia” yang salah satu tujuannya ialah mendorong pelaku UMKM agar berubah dari pasar offline ke online dengan memanfaatkan teknologi. Kemenparekraf menjadi kementerian pertama yang memulai aksi nasional Bangga Buatan Indonesia menggunakan program “Beli Kreatif Lokal”. Zaman ini dilanjutkan Kemenkominfo lewat rencana “Kita Bela Kita Beli”.  

“Sementara masyarakat juga perlu mengubah paradigma bahwa kita harus memberikan keluarbiasaan terhadap produk lokal, ” logat Ricky Pesik.  

Hal senada dianggap Dirjen Informasi dan Komunikasi Terbuka Kemenkominfo Widodo Muktiyo. Baik bagian supply and demand dalam produk ekonomi kreatif dari para karakter UMKM harus dapat diseimbangkan.  

Para pelaku UMKM harus dapat menunggangi teknologi untuk meningkatkan pasar serta meningkatkan kapasitas diri yang disesuaikan dengan perkembangan pasar itu tunggal. Sementara masyarakat juga harus mengubah paradigma berpikir untuk senantiasa menunjang produk lokal.  

“Pemerintah akan langsung memberikan pendampingan untuk perubahan itu agar pelaku UMKM bisa merebut pasar tidak hanya nasional tapi juga global, ” kata Widodo.  

Tercatat saat ini sudah berpadu lebih dari 1 juta karakter UMKM di program “Bangga Buatan Indonesia”. Kemenparekraf RI berharap  pelaku UMKM yang bergabung terus memanfaatkan teknologi buat memperluas pasar. (*)