August 15, 2020
PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Gambaran Kudatuli

PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Gambaran Kudatuli

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sejumlah pengurus dan kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengimplementasikan refleksi peristiwa kekerasan politik dalam 27 Juli 1996. Refleksi perkara 24 tahun lalu yang lumrah dengan sebutan kudatuli dilakukan dengan menggelar doa bersama dan buah tumpeng.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sejumlah pemimpin dan kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar refleksi peristiwa kebengisan politik pada 27 Juli 1996. Refleksi peristiwa 24 tahun berantakan yang dikenal dengan sebutan kudatuli dilakukan dengan menggelar doa beriringan dan potong tumpeng.

“Setiap kader PDI Perjuangan tentu memahami akar urusan kala itu.   Bagaimana pemerintahan orde baru ambil alih paksa kantor  kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang jadi  perkara terkelam dalam sejarah demokrasi, pertama terkait dualisme partai politik dalam Indonesia, ” kata Ketua Panitia Refleksi 27 Juli DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Dedi Asli Setiawan dalam siaran pers pada TIMES Indonesia, Selasa (28/7/2020).

Dedi menambahkan, peristiwa 27 Juli 1996, pada bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri berjuang didasari rasa ikhlas dan rela berkorban dalam perjuangan. Dalam gambaran itu, Dedi Jati Setiawan menganjurkan kepada setiap kader partai PDI Perjuangan selalu pada garis perjuangan. Tetap konsisten dalam upaya melahirkan masyarakat Indonesia yang adil serta makmur.

Sebagai bentuk rasa cinta kepada Megawati dan partai. Dedi kemudian menamai putranya dengan nama Jaga Mega Dias.

“Namun ada juga peristiwa unik, pada masa orba, masa posyandu, anak saya dipanggil terakhir meskipun sudah daftar diawal. Akan tetapi itulah perjuangan, harus dilaksanakan dengan sabar, ikhlas. Kita yakin perjuangan tidak akan sia, ” papar Dedi.

Ia berharap, seluruh pengurus serta kader semakin semangat dalam meninggikan partai. Termasuk berjuang meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi anak buah

“Apa yang kita berikan pada PDI Perjuangan? Bukan apa yang kami dapatkan dari PDI Perjuangan. Juga tidak bertanya apa yang kami dapatkan dari bangsa Indonesia, tetapi apa yang saya berikan buat Indonesia Raya, ” ungkap Dedi.

Kepala DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto mengajak seluruh bagian bangsa bersatu. Ia berharpa, seluruh kader PDI Perjuangan terus berjuang secara ikhlas dalam garis perjuangan untuk membawa kesejahteraan rakyat.

“PDI Perjuangan Kota Yogyakarta  akan terus rajin dalam mewujudkan demokrasi politik yang sehat.   Seluruh kader kudu menjalankan kewajiban dan mengabdi kepada masyarakat secara ikhlas, ” benar Eko Suwanto saat acara refleksi Kudatuli. (*)