August 15, 2020
Mengintip Ketatnya Penerapan Protokol Kesehatan dalam Lingkaran Presiden RI Jokowi

Mengintip Ketatnya Penerapan Protokol Kesehatan dalam Lingkaran Presiden RI Jokowi

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Penerapan aturan kesehatan sebagai bagian dari jalan pencegahan Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan sudah dilakukan dengan betul ketat.  Setiap pengunjung, mulai dari menteri hingga masyarakat, yang mau bertemu Presiden RI Jokowi telah dipastikan melalui pemeriksaan sesuai protokol kesehatan tubuh Covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Penerapan protokol kesehatan jadi bagian dari upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan telah dilakukan dengan sangat ketat.   Setiap pengunjung, mulai dari menteri hingga masyarakat, yang akan bertemu Presiden RI Jokowi  telah diperkirakan melalui pemeriksaan sesuai protokol kesehatan tubuh Covid-19.

Demikian disampaikan Kepala Sekretariat Kepala Heru Budi Hartono dalam keterangan persnya di halaman Istana Negara, DKI Jakarta, Jumat (24/7/2020), dengan turut pula dihadiri Deputi Tempat Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Pihaknya menegaskan bila setiap pejabat, menteri, ataupun klub yang akan bertemu dengan Kepala itu dilakukan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

“Pertama adalah dilakukan rapid test, kedua tentunya kita mau mengenakan masker, ketiga adalah selalu menjaga jarak. Di dalam istana pun, kursi dan tata kedudukan meja dan kursi itu telah dilakukan jaga jarak dan yang lain, ” katanya.

Selain itu, Presiden beserta para perangkat yang melayaninya pun selalu melakukan tes kesehatan dengan rutin. Menurut Heru, hari tersebut Presiden dijadwalkan untuk melakukan tes kesehatan, termasuk di antaranya swab test.

“Kami menjaga Bapak Presiden tetap, dan sekali lagi hari itu adalah jadwalnya Bapak Presiden melakukan tes kesehatan, ” imbuhnya.

Untuk para-para perangkat yang berinteraksi secara depan dengan Presiden Joko Widodo, pemeriksaan kesehatan berupa swab test maupun rapid test juga dilakukan secara berkala. Selain itu, pergantian perangkat yang melayani Presiden Joko Widodo secara langsung juga dilakukan secara rentang waktu 2 bulan seluruhnya.

Heru mencontohkan, seminggu sekali dirinya dan Deputi Bey Machmudin beserta set, juga Menteri Sekretaris Negara dengan setiap harinya bertemu Presiden, selalu menjalani rapid test tiap hari.

“Saya terakhir swab itu kemarin & itu alhamdulillah hasilnya negatif. Di setiap hari, tiap pagi, kami secara Pak Deputi yang berinteraksi secara Bapak Presiden selalu rapid test, ” jelas Heru.

Juga termasuk dengan perangkat  Presiden, dua bulan seluruhnya baru dilakukan pergantian. “Contoh yang dekat dengan Bapak Presiden yang melayani, yang memasak, segala ragam, itu dua bulan baru berganti. Setiap pergantian kami lakukan swab. Termasuk juga Paspampres kami lakukan swab, ” imbuhnya.

Standar kesehatan dengan ketat juga diterapkan terhadap ruangan yang akan dipakai untuk aksi Presiden Joko Widodo. Heru membaca, ruangan yang setiap hari dimanfaatkan oleh Presiden untuk bekerja maupun bertemu masyarakat dan pejabat positif telah disterilisasi, termasuk menggunakan ultraviolet.

“Misalnya Bapak Presiden akan bekerja hari-hari di Istana Negara, berarti tanda 6 kami lakukan sterilisasi & orang tidak boleh masuk. Hamba rasa sudah ketat, ini telah maksimum, ” ungkapnya.

Untuk ke depannya, Heru juga menyebut bahwa pihak Istana mempertimbangkan untuk mengurangi tamu yang akan bertemu Presiden RI Jokowi.   Mungkin tidak menekan intensitas kerjanya, tetapi mungkin jumlah orang yang dikurangi. (*)