August 15, 2020
Tak Hanya Wisata Sejarah, Pulau Morotai juga Kaya Wisata Bahari

Tak Hanya Wisata Sejarah, Pulau Morotai juga Kaya Wisata Bahari

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Bicara soal destinasi wisata di Pulau Morotai, Maluku Utara tidak akan pernah habisnya. Ini karena daerah ini mampu akan objek wisatanya yang elok, menarik, eksotis dan memukau. Sebelumnya TIMES Indonesia telah mengulas perkara wisata pantai Army Doch. Bahan wisata yang unik karena menyervis sejarah dunia, kini giliran "menyelami" wisata bahari.

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Bicara soal destinasi wisata di Pulau Morotai, Maluku Utara tidak akan sudah habisnya. Ini karena daerah ini kaya akan objek wisatanya dengan indah, menarik, eksotis dan mengelabui. Sebelumnya TIMES Indonesia telah mengulas soal wisata pantai Army Doch. Objek wisata yang unik karena menyuguhkan sejarah dunia, kini giliran “menyelami” wisata bahari.

Pulau sejarah tersebut, selain kaya dengan destinasi wisata pantai, kaya juga akan destinasi wisata bahari alias pemandangan bawah laut. Nah, kali ini TIMES Indonesia coba menelisik sejumlah keelokan panorama bawah laut dimiliki Morotai yang dijadikan primadona oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai.

Ternyata, Morotai Pulau yang dijuluki mutiara d ibibir Pasifik ini memiliki destinasi wisata diving dan snorkeling benar banyak. Bahkan ada beberapa spot menjadi favorit yang wajib wisatawan pecinta diving selami, dijamin tergiring dan kagumi keindahannya.

Karena pulau terdepan di bibir Pasifik ini memiliki banyak spot wisata bawah bahar kelas dunia untuk diving dan snorkeling yang membuat para penyelam berdecak kagum. Saat ini, Dispar Pulau Morotai telah mengklasifikasikan sesuai lokasinya.

Kepala bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Asyura Umar, merangkum beberapa spot diving dan snorkeling menyesatkan istimewa, sehingga menjadi primadona dan pilihan buat disuguhkan kepada para-para traveler yang datang ke Morotai saat melakukan diving maupun snorkeling yakni Mitita Shark Dive Pokok dan Dodola Point.

Pulau Mitita tunggal berada di Selatan Laut Tanah air Daruba. Bila ditempuh dari pelabukan Speed Boat memakan waktu sekitar 20 menit. Di bawah laut Pulau Mitita pada kedalaman 18 sampai 20 meter, para penyelam disuguhkan atraksi menarik, yakni mampu memberi makan gerombolan ikan hiu atau gorango berjumlah puluhan punggung.

Apalagi informasi berhasil dihimpun TIMES Nusantara. Selasa (21/7/2020), sejumlah pejabat agung negara seperti mantan Kapolri Tito Karnavian bersama rombongan telah melangsungkan diving di Mitita Shark Dive Poin dan memberi makan ikan hiu alias Gomo atau Gorango Morotai.

“Saya sudah sering diving dalam berbagai tempat di wilayah Indonesia, tetapi baru kali ini kami menemukan lokasi yang hanya 50 meter dari pantai dengan kedalaman 20 meter bisa melihat 30 ikan hiu. Ini sesuatu dengan menarik, ” kagum Tito Karnavian pada Januari 2018.

Bahkan Duta Tinggi (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, saat mengunjungi Pulau Morotai pada introduksi April 2019 untuk peringati 70 tahun kemitraan Pemerintah AS dan Indonesia dalam konservasi kelautan dan pengelolaan perikanan pun melakukan diving di Morotai. Dubes AS & rombongan melakukan diving di spot wisata Galo-Galo Point dan dirinya mengagumi keindahan bawah laut yang dimiliki Pulau Morotai.

Menurut Asyura, Morotai kini miliki 28 Dive Sites. Listnya adalah Morotai Wirek, RSAU, Sagolo Point, Dodola Point, Galo-Galo Point, Pintu Dua (Selat Sidanga), Tanjung Wayabula Point, Kolorai Daksina, Leo Rao Point, Batu Adang-adang Point, Goa Burung Poin, Aru Point, Ciogerong Point (Hammer Head Point), Matita Point, dan Rock Point.

Selain itu, Gorango Point, Cendana Point, Korago Point, Totodoku Point, Pinang Point, Harbour Point (Joubella), Tabailenge Point, Tanjung Sabatai Point, Dehegila Point, RAF Point, Selat Sidanga Point, Pulau Kokoya, Saminyamau Utara dan Saminyamau.

Dari 28 Dive Sites itu, terang Asyura, tersedia beberapa yang menjadi primadona. Terutama  Matita Poin, karena para traveler saat melakukan diving dapat menjumpai Hiu atau Gorango Morotai (Gomo) yang menjadi maskot destinasi wisata Morotai. Selain dapat bertemu rombongan hiu juga dapat memberi makan.

Kemudian Dive Site World War II di Wawama, saat para traveler menyelam sebelum tembus pada kedalaman sekitar40 meter, traveler sudah melihat tumpukan mobil Jeep kemudian truk, bila lanjut pada kedalaman 40 meter akan menemukan dan mampu melihat bangkai pesawat pembom Bristol Beaufort milik Amerika Serikat zaman perang dunia II.

“Situs menyelam Konflik Dunia II atau Dive Site World War II di lembah laut Desa Wawama dapat dianggap sebagai museum bawah laut. Tetapi ditempat ini para penyelam harus memiliki  sertifikat advance dan punya jam terbang tinggi, mengingat titik penyelaman sangat dalam. Selain tersebut, spot bawah laut yang menjadi primadona adalah Dodola Poin, Galo-Galo Point dan Wayabula Point, ” kenangnya.

“Sementara untuk snorkeling lokasinya dianggap sangat favorit adalah Pulau Kokoya, Kolorai, Dodola dan Galo-Galo. Sebab kaya akan destinasi Wisata usang maka, Pulau Morotai ditetapkan Negeri Pusat sebagai Kawasan Strategis Wisata Nasional dan masuk dalam 10 Bali baru, ” kata Asyura, Kabid Destinasi dan Industri Dispar Pulau Morotai. (*)