September 19, 2020
Kementerian PUPR RI: Progres Rusun Pasar Jumat 90 persen

Kementerian PUPR RI: Progres Rusun Pasar Jumat 90 persen

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Menteri PUPR Ri) meninjau progres pembangunan Rumah Susun Level Tinggi Pasar Jumat (Rusun Rekan Jumat) yang ibangun di berasaskan lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR RI di DKI Jakarta, Senin (6/7/2020).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Kaum RI (Menteri PUPR Ri) meninjau progres pembangunan Rumah Susun Tingkat Tinggi Pasar Jumat  (Rusun Pasar Jumat) yang ibangun di untuk lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR RI di DKI Jakarta, Senin (6/7/2020).

Pembangunan rusun disamping untuk Umum Berpenghasilan Rendah (MBR), juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri.

Diharapkan secara penyediaan   hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan sokongan nyata bagi produktivitas masyarakat di bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi tatanan baru (new normal).  

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengirimkan kepada PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana untuk segera mengakhiri pembangunan Rusun tersebut dengan tetap menjaga kualitas agar bisa digunakan ASN dengan baik.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR RI Khalawi AH melakukan pengecekan lapangan ke unit hunian di lantai 3, kesiapan lift, tangga darurat, wadah parkir dan landscape bangunan.

Rusun Pasar Jumat merupakan infrastruktur perumahan dengan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Rusun tersebut dibangun di atas lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR RI seluas 5. 300 meter persegi, tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu pada Lebak Bulus, Jakarta.  

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik diharapkan memberikan nilai keefisienan tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Diharapkan juga konsep tempat terintegrasi ini dapat lebih penuh dikembangkan di kota-kota besar yang lain di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH menyatakan progres fisik pembangunan Rusun Pasar Jumat mematok saat ini sudah sekitar 90 persen. Ditargetkan pada akhir bulan Juli 2020 seluruh pekerjaan konstruksi bangunan sudah rampung.  

Luas gedung utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2. 800 meter persegi   terdiri dari 18 lantai yaitu 16 lantai untuk hunian sebesar 460 unit dan 2 dasar untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2. ‘

Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap bagian pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan   toilet duduk, dan ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2. 200 KWh.  

Pembangunan Rusun Rekan Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan tebal telinga. Untuk precast pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding memakai Lightweight Cement Wall (LCW) jadi wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

LCW merupakan salah satu permutasi material beton ringan dan betul efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, awet api, dan tes beban yang cukup banyak. Sementara HCS jadi salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat dengan menggunakan sistem prategang dimana kabel ditarik terlebih dahulu pada sejenis dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.  

Turut hadir dalam peninjauan Rusun Rekan Jumat tersebut Direktur Rusun Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR MENODAI Maryoko Hadi dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Bisma Staniarto. (*)