September 18, 2020
Agenda Padat Karya ABSAH Kementerian PUPR RI Berjalan di 79 Letak

Agenda Padat Karya ABSAH Kementerian PUPR RI Berjalan di 79 Letak

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) telah menyalurkan program pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) melalui Padat Karya Tunai (PKT) TA 2020 untuk mendukung pengerjaan dampak sosial ekonomi Pandemi COVID-19, khususnya untuk mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli kelompok.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Anak buah (Kementerian PUPR RI) telah meneruskan program pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) melalui Penuh Karya Tunai (PKT) TA 2020 untuk mendukung penanganan dampak sosial ekonomi Pandemi COVID-19, khususnya buat mengurangi angka pengangguran dan membela daya beli masyarakat.

Inovasi ABSAH adalah infrastruktur penyediaan air baku sendiri dengan prinsip kerja menampung cairan hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan (kerikil, pasir, bata merah, batu, ijuk, dan arang).    

Gajah PUPR RI Basuki Hadimuljono mengatakan penyaluran Padat Karya ABSAH dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil ataupun pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.  

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok dan mengurangi pengangguran akibat sebab Pandemi COVID-19. Pola pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19, ” kata Gajah Basuki.

Pada TA 2020, sasaran Program ABSAH sebanyak 94 lokasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp 38 miliar. Hingga pertengahan Juni 2020, pembangunan ABSAH terealisasi sebanyak 79 lokasi yang dikerjakan oleh 10 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan progres konstruksi segenap mencapai 55, 54% dan sudah menyerap 20. 755 Hari Karakter Kerja (HOK).  

Pembangunan ABSAH diprioritaskan pada daerah kering, kawasan sulit air karena faktor geologi dan iklim, pulau – pulau mungil, dan daerah berair asin. Dalam Provinsi Jawa Tengah, inovasi ABSAH dibangun masing-masing satu lokasi dalam Kabupaten Demak, Grobokan, dan Pemalang serta 19 lokasi di Kabupaten Sukoharjo.  

Provinsi lain yang menjadi sasaran ABSAH adalah Maluku. Pengerjaan ABSAH di Maluku sebanyak 35 lokasi berada di Kabupaten Maluku Barat dengan status terkontrak, yakni Desa Oirata Barat 5 lokasi, Desa Wonreli 5 lokasi, Desa Worono 5 lokasi, Desa Oirata Timur 5 lokasi, Desa Purpura 5 lokasi, Dusun Son Suci 5 lokasi.

Kehadiran ABSAH di provinsi Maluku diharapkan dapat membantu penyediaan air bersih dan air minum masyarakat dari air hujan dengan memenuhi baku mutu untuk melayani standar kebutuhan air baku minimal di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, sehingga klub setempat akan terbantu secara sosial maupun ekonomi karena tidak harus membeli air (memanfaatkan air hujan).  

Selain itu dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, segera, dan lebih murah. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong Departemen PUPR RI guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan jadi manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang. (*)