November 24, 2020
Rano Karno Ungkap Alasan Doel Seleksi Zaenab Ketimbang Sarah

Rano Karno Ungkap Alasan Doel Seleksi Zaenab Ketimbang Sarah

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kisah cinta Si Doel sedang akan kembali berlanjut dalam mini seri. Cerita ini akan melanjutkan perjalanan Doel usai film trilogi Si Doel The Movie: Akhir Dongeng Cinta Si Doel.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kisah cinta Si Doel masih hendak kembali berlanjut dalam mini cahaya. Cerita ini akan melanjutkan kunjungan Doel usai film trilogi  Jiwa Doel The Movie: Akhir Kisah Cinta Si Doel.

Dalam film final, banyak penonton dan penggemar jiwa Doel penasaran dengan alasan Doel lebih memilih  Zaenab  dari di Sarah.

Sang sutradara sekaligus pemeran si Doel, Rano Karno pun sibak suara terkait akhir cerita dalam film tersebut. Ia menjelaskan Doel bisa tidak memilih keduanya, namun hal itu akan membuat Doel sebagai orang yang menyerah.

“Nah, diantara pilihan itu ada pilihan yang bisa dia pilih, yaitu tempat tidak pilih dua-duanya, ” ujar Rano Karno.

Terlebih lagi, Doel tak ingin menyakiti hati kedua hawa yang dicintainya, yaitu Sarah & Zaenab. Ia juga tidak ingin menyerahkan dengan situasi.

Namun, di bagian lain Rano Karno juga membeberkan alasan lain mengapa Doel menunjuk Zaenab sebagai pelabuh hatinya. Menurutnya, ada satu alasan pemilihan cinta pada Zaenab, karena nantinya lakon cerita si Doel bakal memasuki babak baru.

“Kalau itu yang hamba pilih (Sarah), akhirnya si Doel jadi  happy ending  dan selesai sudah perjalanan si Doel, hamba yakin tidak ada lagi Si Doel, ” kata Rano Karno.

Akhir cerita cinta segitiga itu menghasilkan banyak orang kaget karena alternatif Doel. Menurut Rano, pilihan di Zaenab justru membuat kisah Jiwa Doel menjadi sebuah awal dengan baru dalam sebuah cerita.

“Nah, Doel masih punya dosa saat tempat membiarkan Sarah hamil sendirian, tersebut yang membuat saya berdosa, dan itu akan terjawab di ringkasan miniseri ini, ” kata Rano Karno.

Meski belum ada keterangan formal kapan mini seri Si Doel mau tayang, saat ini Rano Karno masih terus mempersiapkan kelanjutan rencana ini. Sampai saat ini Rano Karno sudah banyak mempersiapkan kelanjutan dengan menulis sebanyak tujuh naskah. (*)