July 9, 2020
New Normal, HIPMI Bontang Minta Pemkot Bontang Pulihkan Ekonomi Sektor UMKM

New Normal, HIPMI Bontang Minta Pemkot Bontang Pulihkan Ekonomi Sektor UMKM

TIMESINDONESIA, BONTANG – Pelan tapi pasti kondisi perekonomian di Bontang makin membaik pasca penerapan New Normal. Tentu ini jadi sinyal baik untuk para pelaku usaha. HIPMI Bontang menyarankan agar pemerintah menggalakkan “kampanye” buat belanja di warung tetangga. Kulak produk lokal dan produk Daya Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

TIMESINDONESIA, BONTANG – Pelan tapi terang kondisi perekonomian di Bontang bahkan membaik pasca penerapan New Normal. Tentu ini jadi sinyal baik untuk para pelaku usaha. HIPMI Bontang menyarankan agar pemerintah menggalakkan “kampanye” untuk belanja di lepau tetangga. Beli produk lokal serta produk Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM).  

Kendati demikian, Ketua BPC HIPMI Bontang, Amriadi menghargai masih banyak sektor UMKM langsung dampak setelah beberapa bulan tidak beraktivitas. Persoalan ini mesti oleh karena itu tanggung jawab semua pihak. Termasuk pemerintah dan perusahaan BUMN yang ada   di Kota Bontang. Yakni memulihkan perekonomian secara global.

Selain itu, pemerintah juga harus menyelenggarakan refocusing anggaran ke sektor preferensi padat karya misalnya. Agar peredaran uang di masyarakat bertambah, sekaligus memberikan stimulan bantuan modal bagi usaha terdampak.

“Di kota Bontang tersedia sekitar 1446 UMKM, kita kudu ikut menjaga perekonomian warga Bontang, ” ujarnya, Rabu (3/06/2020).

Lanjut Amriadi, pemerintah juga perlu memberikan kebijaksanaan subsidi bunga 6-9 persen kepada pelaku usaha melalui lembaga keuangan milik daerah (BPR, BKK, BPD, dan sejenisnya) dengan jangka masa maksimal 2 tahun.

“Jika Pemerintah memberikan subsidi bunga 6 persen kepada pelaku usaha dengan target yang jelas dan disalurkan melalui perbankan daerah, maka skema ini cakap. Menguntungkan semua pihak. Bisa secara skema KURDA (Kredit Usaha Kaum Daerah), ” tambahnya.

Dengan demikian, karakter usaha sangat terbantu untuk melaksanakan aktivitas usahanya kembali. Sehingga berjalannya aktivitas tersebut akan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat Praja Bontang. Praktis bank daerah juga bertambah perputaran bisnis keuangannya, dan keuntungan dari skema ini juga kembali ke daerah karena Bank ini milik Pemerintah Daerah.

“Stabilitas ekonomi daerah terjaga sehingga mengurangi efek sosial dan tindakan kriminal secara motif ekonomi. Selain itu Pemkot juga mendapatkan pendapatan dari bank milik pemkot, ” terangnya.

HIPMI juga berharap perusahaan BUMN dan yang lainnya ikut andil dalam perbaikan UMKM pasca Pandemi Covid-19 dalam Kota Bontang. Seperti perusahaan BUMN Pupuk Kaltim, PT. Badak serta perusahaan besar lainnya dapat mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dalam kondisi seperti ini saatnya bergotong royong saling membantu satu sepadan lain sesuai bidang masing-masing. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, & semua menjadi lebih sehat jasmani rohani dan ekonomi, ” harap Ketua BPC HIPMI Bontang ini. (*)