June 5, 2020
Perusahaan Swedia Bantu Pemprov Jabar Tangani Covid-19

Perusahaan Swedia Bantu Pemprov Jabar Tangani Covid-19

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pemprov Jabar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menyambut bantuan 65 ribu masker bedah (medis) dan 500 Alat Pelindung Diri (APD) dari perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M, buat penanganan Covid-19 di Jabar.

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pemprov Jabar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menerima bantuan 65 ribu masker bedah (medis) & 500 Alat Pelindung Diri (APD) dari perusahaan ritel fesyen pokok Swedia, H& M, untuk pengerjaan Covid-19 di Jabar.

Gubernur Jabar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil mengucapkan, bantuan masker bedah dan APD diterima pekan lalu dan telah didistribusikan ke sejumlah rumah kecil rujukan di Jabar.

“Bantuannya sudah saya terima minggu lalu dan telah disalurkan, ” ujar gubernur saat video conference penerimaan simbolis tumpuan bersama Country Manager Production H& M Jessica Vilhelmsson, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (15/5/2020).

Ridwan Kamil menambahkan, meski saat ini persediaan APD untuk tenaga medis dinilai cukup dengan tren anak obat yang dirawat di rumah melempem menurun dan tingkat kesembuhan menyusun. Namun bantuan itu dipersiapkan buat mengantisipasi adanya gelombang kedua pandemi Covid-19.  

“APD ini dapat menguatkan terutama dalam mengantisipasi jika berlaku gelombang kedua Covid-19 selama vaksin belum ditemukan, ” kata Termuda Emil.

Dalam pertemuan dalam jaringan tersebut, Ridwan turut melaporkan sejumlah informasi baik dalam penanggulangan pandemi global itu di Jabar kepada pihak H& M. Kang Emil biar berharap agar pandemi segera diatasi sehingga perekonomian bisa kembali beroperasi dengan normal.

“Mudah-mudahan kondisi ini tetap membaik dan perekonomian berjalan lagi termasuk para pekerja di H& M dapat beraktivitas kembali, namun tetap dengan protokol kesehatan, ” tuturnya.

Menurutnya Pemprov Jabar memiliki hubungan baik dengan perusahaan ritel yang memiliki gerai di 62 negeri itu. Ia pun sempat bersemuka pihak H& M dalam rancangan kunjungan kerja ke Swedia tahun lalu.

“Terima kasih banyak (atas bantuannya), saya rasa masyarakat Jabar biar sudah mengetahui H& M, sudah tidak asing, ” ucap Ujung Emil.

Adapun selain dari H& M, bantuan asing untuk penanganan Covid-19 di Jabar juga datang dari berbagai kalangan. Diantaranya dari Korea Selatan berupa 5 ribu test kit metode Polymerase Chain Reaction (PCR), APD dari co-founder Alibaba Group Jack Ma, serta sejak perusahaan asal Swedia lainnya, yakni IKEA.

Di Jabar sendiri, Pemprov Mencuraikan juga terus mendorong inovasi dari akademisi, pengusaha, hingga komunitas, dalam antaranya produksi reagen PCR daripada PT Biofarma, ventilator dari PT Dirgantara Indonesia dan Pindad. Serta teranyar dua alat tes, Rapid Test 2. 0 dan Surface Plasmon Resonance (SPR), hasil studi ITB dan Unpad. Selain tersebut, hampir 50 persen alat Rapid Diagnostic Test (RDT) di Menjelajahkan merupakan donasi dari Yayasan Buddha Tzu Chi. (*)